Wednesday, September 2, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Jembatan Gantung Darurat Wika Antre Parah, Warga Nekat Turun ke Sungai Demi Kejar Waktu

by Arsyit Syarifudin
July 16, 2026
in Suara Bogor
0
Jembatan Gantung Darurat Wika Antre Parah, Warga Nekat Turun ke Sungai Demi Kejar Waktu

Pelajar hingga pekerja yang tidak menggunakan jembatan gantung darurat karena antrean yang mengular. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Antrean panjang terjadi di Jembatan Gantung Darurat Wika yang menghubungkan wilayah Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Kamis (16/7/2026).

Sejak pagi hari, ratusan warga mulai dari pelajar hingga pekerja harus mengantre untuk menyeberangi Sungai Cileungsi akibat terbatasnya kapasitas jembatan sementara tersebut.

READ ALSO

“Aroma Smartboard” Mengundang KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor

KPK Sita Rp1,5 Miliar Secara Formil, Kasus Dugaan Korupsi Kabupaten Bogor Terus Didalami

Jembatan gantung darurat yang dibangun sebagai akses pengganti selama proses rekonstruksi Jembatan Utama hanya mampu menampung maksimal 10 orang dalam satu kali penyeberangan.

Kondisi itu menyebabkan antrean mengular pada jam sibuk, terutama saat masyarakat berangkat menuju sekolah maupun tempat kerja.

Tak sedikit warga yang memilih mengambil risiko dengan menyeberangi Sungai Cileungsi melalui bebatuan demi menghemat waktu, meski jalur tersebut dinilai berbahaya.

Salah seorang pekerja, Andre, mengaku dirinya terpaksa terlambat masuk kerja karena harus menghadapi antrean panjang di jembatan darurat.

“Saya pagi-pagi tadi sudah buru-buru banget, eh ternyata antreannya panjang banget. Otomatis telat ini mah, mau enggak mau,” ujarnya.

Andre mengaku sempat mengurungkan niat menggunakan jembatan gantung karena antrean yang terlalu panjang. Ia memilih menyeberang melalui dasar sungai dengan berjalan di atas bebatuan.

“Tadi pagi saya enggak lewat jembatan karena antreannya panjang banget. Jadi saya lewat bawah ke sungai, lewat bebatuan. Walaupun bahaya, mau enggak mau biar waktu enggak kepangkas banyak,” katanya.

“Gimana lagi ya, saya juga bingung. Mau gunakan jalan muter sesuai yang di anjurkan, tapi tempat kerja saya deket disini doang deket sama jembatan,” tukas dia.

Kondisi serupa juga dialami para pelajar. Salah satunya Ridho, siswa SMP yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk berangkat ke sekolah.

Ridho mengaku lebih memilih menyeberangi Sungai Cileungsi dibanding harus mengantre lama di jembatan gantung darurat. Namun, ia mengaku tetap khawatir karena bebatuan di sungai cukup licin.

“Takut jatuh soalnya batu yang di bawah ada yang licin, jadi harus hati-hati banget,” ucap Ridho.

Ia juga mengatakan keterlambatannya ke sekolah disebabkan harus mencari jalur alternatif.

“Saya bilang ke guru saya telat karena harus cari jalan lain. Soalnya jembatannya antre banget. Saya naik angkot dua kali, dari rumah ke jembatan, terus nyebrang, habis itu naik angkot lagi. Tapi mending gini dari pada harus muter terus jauh banget,” tuturnya.

Jembatan gantung darurat tersebut dibangun sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan ulang Jembatan Wika yang menjadi akses vital penghubung Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal.

Meski keberadaan jembatan sementara sangat membantu mobilitas warga, kapasitas yang terbatas membuat antrean tidak terhindarkan, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah. Kondisi ini mendorong sebagian warga memilih jalur sungai yang lebih cepat, meski memiliki risiko keselamatan yang tinggi.

Warga berharap adanya penambahan fasilitas penyeberangan atau pengaturan arus yang lebih efektif agar antrean dapat dikurangi dan masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Cileungsi melalui bebatuan.

Sebagai informasi, proses rekonstruksi Jembatan Wika saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Selama pembangunan berlangsung, jembatan gantung darurat menjadi satu-satunya akses penyeberangan bagi masyarakat di kawasan tersebut.

(Pandu)

Tags: jembatan gantung darurat wikajembatan wika cileungsikemacetan gunung putri klapanunggalrekonstruksi jembatan wikasungai cileungsi bogor

Related Posts

“Aroma Smartboard” Mengundang KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor
Suara Bogor

“Aroma Smartboard” Mengundang KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor

September 1, 2026
KPK Sita Rp1,5 Miliar Secara Formil, Kasus Dugaan Korupsi Kabupaten Bogor Terus Didalami
Suara Bogor

KPK Sita Rp1,5 Miliar Secara Formil, Kasus Dugaan Korupsi Kabupaten Bogor Terus Didalami

September 1, 2026
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Suara Bogor

KPK Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

September 1, 2026
Pemkab Bogor Perpanjang SK Tanggap Darurat Kekeringan
Suara Bogor

Pemkab Bogor Perpanjang SK Tanggap Darurat Kekeringan

September 1, 2026
HMI Cabang Bogor Gelar Aksi, Desak DPRD Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pemkab Bogor
Suara Bogor

HMI Cabang Bogor Gelar Aksi, Desak DPRD Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pemkab Bogor

August 31, 2026
Bupati Rudy Susmanto Angkat Bicara Usai Tiga Kantor di Kabupaten Bogor Digeledah KPK
Suara Bogor

Bupati Rudy Susmanto Angkat Bicara Usai Tiga Kantor di Kabupaten Bogor Digeledah KPK

August 31, 2026
Next Post
Cerita M. Arief Budiman, ASN Tunanetra yang Kini Jadi Kasi Ekbang Kecamatan Cibinong

Cerita M. Arief Budiman, ASN Tunanetra yang Kini Jadi Kasi Ekbang Kecamatan Cibinong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • “Aroma Smartboard” Mengundang KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor
  • Enam Rumah dan Dua Motor Terbakar di Cileungsi Bogor, Damkar Berjibaku Padamkan Api
  • KPK Sita Rp1,5 Miliar Secara Formil, Kasus Dugaan Korupsi Kabupaten Bogor Terus Didalami
  • KPK Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?