SUARABOTIM.COM – Warga Kabupaten Bogor bagian timur digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di wilayah Kecamatan Cariu.
Potongan tubuh tersebut diduga merupakan bagian dari kasus mutilasi yang sebelumnya terjadi di Bekasi.
Kapolsek Cariu, Kompol Agus Hidayat, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 WIB.
“Iya betul, kemarin sore sekitar jam 6,” ujarnya kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
Menurut Kompol Agus, pihaknya hanya bertugas mendampingi tim Reskrim Polda Metro Jaya yang tengah melakukan pengungkapan kasus mutilasi. Proses pencarian dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sepenuhnya dilakukan oleh pihak Polda Metro.
“Kami dari Polsek Cariu hanya mendampingi Reskrim Polda Metro dalam rangka pengungkapan korban mutilasi yang terjadi di Bekasi. Ada bagian tubuh yang dibuang di wilayah Cariu dan satu lagi di Tanjungsari,” jelasnya.
Ia menyebutkan, potongan tubuh yang ditemukan di wilayah Cariu berupa satu bagian kaki. Sementara itu, bagian tubuh lainnya ditemukan di wilayah Tanjungsari, meski dirinya tidak terlibat langsung dalam penanganan di lokasi tersebut.
“Kalau di Cariu itu kaki satu. Untuk bagian lain di Tanjungsari, kami tidak ikut ke sana, hanya didampingi oleh anggota Polsek Tanjungsari,” tambahnya.
Pengungkapan lokasi pembuangan potongan tubuh ini, lanjut Kompol Agus, merupakan hasil pengembangan dari pelaku yang telah diamankan. Tim kepolisian melakukan pencarian di beberapa titik sejak sore hari sekitar pukul 17.30 WIB.
“Kami hanya mendampingi karena kegiatan dilakukan oleh anggota Polda Metro yang menggunakan pakaian preman, sehingga perlu kehadiran anggota berseragam agar situasi tetap kondusif,” terangnya.
Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui oleh pihak Polsek Cariu karena seluruh informasi masih berada di bawah kendali penyidik Polda Metro Jaya.
Meski demikian, situasi di lokasi penemuan dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
(Pandu)







