SUARABOTIM.COM – Kawasan hulu Puncak kembali menghadapi ancaman serius akibat praktik pembuangan sampah tak terkendali. Merespons kondisi tersebut, sebanyak 70 relawan EIGER Adventure Land berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan aksi bersih-bersih di Desa Sukagalih, Megamendung.
Dalam tahap awal aksi yang berlangsung di Zona Pemanfaatan TNGGP ini, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat armada truk. Namun, tantangan besar masih menanti karena estimasi total timbulan sampah di titik tersebut diperkirakan mencapai 30 ton.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen destinasi ekowisata tersebut untuk menjaga kualitas lingkungan di desa penyangga dan kawasan konservasi.
“Permasalahan sampah di Puncak bukan hanya soal volume, tapi soal perilaku. Pembuangan sampah sembarangan berdampak langsung pada pencemaran hingga potensi bencana banjir dan longsor. Kami mengajak masyarakat untuk wajib pilah sampah dari sumbernya,” ujar Imanuel, Senin (6/4/2026).
Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono, yang turut mengawal inisiatif ini, menyatakan bahwa pendekatan konvensional seperti open dumping sudah tidak relevan lagi untuk mengatasi krisis sampah di wilayah hulu.
“Diperlukan perubahan sistem pengelolaan mulai dari sumbernya. Kesadaran masyarakat harus dibarengi dengan penguatan sistem pengelolaan yang berkelanjutan agar sampah tidak terus berakhir di badan air atau kawasan hutan,” jelas Prof. Arief.
EIGER Adventure Land berkomitmen untuk melanjutkan proses pembersihan 24 ton sampah tersisa secara bertahap. Ke depan, kawasan ekowisata ini dirancang untuk memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal.
Langkah ini diharapkan menjadi model kontribusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu, sekaligus memastikan interaksi manusia dengan alam di kawasan Megamendung berjalan selaras dengan tanggung jawab pelestarian.







