SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mengintensifkan upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu sekaligus memulihkan ekosistem sungai secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, langkah ini dilakukan seiring dengan gerakan serupa yang telah lebih dulu diterapkan di sejumlah kabupaten/kota dan provinsi lain di Indonesia.
“Kami mengapresiasi daerah lain yang sudah mengambil langkah. Kabupaten Bogor juga melakukan hal yang sama, karena Bogor memiliki peran penting sebagai daerah hulu bagi wilayah sekitarnya,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (2/5/26).
Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor merupakan kawasan strategis yang menjadi sumber kehidupan bagi daerah lain. Sejumlah hulu sungai besar berada di wilayah ini, termasuk Sungai Ciliwung, serta kawasan konservasi seperti Telaga Warna dan Telaga Saat.
Karena itu, lanjut Rudy, program penanganan lingkungan tidak hanya difokuskan di hilir, tetapi juga dilakukan secara simultan di wilayah hulu.
Pemkab Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para relawan pecinta lingkungan telah menjalankan berbagai kegiatan pembersihan sungai.
Selain itu, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan pelepasan indukan ikan endemik lokal ke sejumlah hulu sungai. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan memperbanyak populasi ikan asli.
“Jika di hulu terdapat indukan ikan lokal, maka akan berkembang biak dan menyebar hingga ke hilir,” jelasnya.
Dalam program tersebut, pengurangan populasi ikan sapu-sapu tetap dilakukan. Namun, Rudy menegaskan, upaya ini tidak bisa dilakukan secara instan mengingat tingkat reproduksi ikan tersebut yang cukup tinggi.
“Kalau bicara membasmi total, rasanya sulit karena kecepatan reproduksi ikan lebih tinggi. Minimal kita kurangi, sambil menambah populasi ikan lokal,” katanya.
Ia menambahkan, upaya penataan sungai juga mencakup pembersihan sampah serta penghijauan bantaran sungai. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan kualitas lingkungan sungai di Kabupaten Bogor dapat semakin membaik dan berkelanjutan.
“Bukan hanya fokus Kepada pengurangan ikan sapu-sapu, tapi sekaligus kita berada di sungai, sampahnya dibersihkan, bibit pohon nya dibawah bantaran sungai kita hijaukan bersama-sama,” tutupnya.
(Pandu)







