SUARABOTIM.COM _ Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta agar kebijakan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat, khususnya di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan hidup.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat dimintai tanggapan mengenai polemik aktivitas tambang di kawasan tersebut.
Menurutnya, pemerintah saat ini sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam, terutama sektor pertambangan.
“Ya saya nggak terlalu mengikuti, tapi yang pasti saat ini kan pemerintah sangat hati-hati ketika mengeluarkan kebijakan tentang sumber daya alam, terutama juga tambang,” ujar Bima Arya, Sabtu (9/5/26).
Ia menegaskan, kebijakan pertambangan tidak bisa hanya melihat aspek ekonomi semata, namun juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Karena tentu harus ada keseimbangan antara kebutuhan hilirisasi, energi, industri, dan juga keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Saat ditanya mengenai sikapnya apakah setuju aktivitas tambang dibuka kembali atau tetap ditutup, Bima Arya belum memberikan keputusan tegas. Ia mengaku masih perlu mendalami persoalan tersebut sebelum mengambil kesimpulan.
“Intinya menurut saya ya harus dilakukan hati-hati, saya harus mendalami dulu, saya nggak bisa menyimpulkan. Tapi semuanya itu harus hati-hati,” ungkapnya.
Isu tambang di wilayah Bogor Barat, terutama di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, belakangan menjadi perhatian publik karena dinilai berdampak terhadap kerusakan lingkungan, kondisi jalan, hingga kualitas hidup masyarakat sekitar.
(Pandu)







