SUARABOTIM.COM – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cibinong resmi terpilih sebagai salah satu Sekolah Manusia Unggulan (Maung) di Kabupaten Bogor oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar).
Penetapan ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) bersama sejumlah sekolah terpilih lainnya, termasuk SMAN 2 Cibinong.
Kepala SMKN 1 Cibinong, Yadi Rahmat Karya menyambut, positif penunjukan tersebut. Menurutnya, program Sekolah Maung akan membawa perubahan signifikan dalam sistem penerimaan peserta didik baru yang lebih selektif dan berbasis kualitas.
“Ya kalau pendapat saya untuk sekolah manusia unggul ini cukup bagus. Karena di situ akan lahir dari penerimaan siswa yang baik, murid yang baik,” ujar Yadi kepada SuaraBotim.Com, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan, meski persiapan program dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, pihak sekolah tetap menyambut baik implementasi Sekolah Maung di SMKN 1 Cibinong.
“Nah itu jadi kita menyambut positif banget untuk sekolah Maung ini, walaupun dengan kondisi yang cukup mepet,” tambahnya.
Yadi menjelaskan, siswa yang diterima melalui program Sekolah Maung harus memiliki capaian akademik yang unggul serta karakter yang baik. Sistem seleksi ini dinilai dapat menghasilkan peserta didik yang lebih siap mengikuti pembelajaran.
“Mulai dari pembelajarannya dengan nilai yang bagus dan mudah-mudahan berkarakter juga bagus. Jadi mengawali dengan murid-murid yang siap,” jelasnya.
Program ini menggunakan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi, baik dari nilai rapor maupun prestasi akademik seperti olimpiade sains.
“SPMB Sekolah Manusia Unggulan (Maung) kita menggunakan jalur prestasi, dari nilai rapor dan prestasi kejuaraan akademik seperti matematika, kimia, fisika,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, seleksi akademik juga mempertimbangkan hasil Tes Potensi Akademik (TPA) yang dikeluarkan lembaga psikologi resmi terdaftar Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) atau perguruan tinggi terakreditasi, dengan standar IQ minimal 130 (skala Wechsler).
Terlebih, Yadi juga menegaskan, komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan sumber daya manusia (SDM) guru guna mendukung pelaksanaan program Sekolah Maung.
“Nah ke depannya tantangannya kurikulum juga harus banyak perubahan. Guru-guru juga mesti meng-update diri,” kata Yadi.
Ia juga memastikan bahwa kesiapan sarana dan prasarana sekolah sudah mencapai 100 persen untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Alhamdulillah untuk kesiapan kita kelas 100 persen,” ungkapnya.
Dalam program Sekolah Maung, sistem penerimaan siswa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu 10 persen untuk potensi akademik (TPA), 70 persen untuk kompetensi akademik (nilai rapor dan prestasi akademik), dan 20 persen untuk kompetensi non-akademik (prestasi non-akademik dan kepemimpinan).
Dengan sistem ini, pemerintah daerah berharap Sekolah Maung mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berprestasi, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Penetapan SMKN 1 Cibinong sebagai Sekolah Maung diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Bogor serta mendukung lahirnya generasi unggul di Jawa Barat.
(Pandu)






