SUARABOTIM.COM – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor akan menggelar kegiatan “Menari di Bogor” di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, pada 9 Agustus 2026.
Acara yang digelar di alam terbuka ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya mempromosikan potensi wisata di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menyemarakkan peringatan HUT RI.
“Menari di Bogor adalah rangkaian dari HUT RI ke-81. Kegiatan ini merupakan kolaborasi, karena sekarang zamannya kolaborasi untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujar pria yang kerap disapa Akew kepada SuaraBotim.Com, Jumat (17/7/26).
Ia menjelaskan, rangkaian acara akan dimulai pada 8 Agustus 2026 dengan lomba balap sepeda yang mengambil rute dari Cibinong menuju Desa Malasari. Kemudian pada 9 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan acara Menari di Bogoryang mengusung konsep menari di alam terbuka.
Menurut Akew, pemilihan Desa Malasari bukan tanpa alasan. Kawasan yang dikenal memiliki panorama alam yang masih asri itu dinilai sebagai salah satu destinasi wisata tersembunyi atau hidden gem di Kabupaten Bogor.
“Kita tahu Malasari itu luar biasa indah. Melalui kegiatan ini kita ingin menyelaraskan manusia dengan alam melalui tarian. Selain melestarikan budaya, kami juga ingin memperkenalkan Malasari sebagai salah satu sudut terindah di Kabupaten Bogor yang masih belum banyak diketahui masyarakat,” katanya.
KORMI Kabupaten Bogor menargetkan sedikitnya 200 penari mengikuti kegiatan tersebut. Namun, jumlah peserta diperkirakan akan melebihi target karena tingginya antusiasme dari berbagai sanggar tari.
“Target kami 200 penari. Lokasinya memang cukup jauh, sekitar empat jam perjalanan dari Cibinong. Tapi antusiasmenya luar biasa, banyak sanggar tari di Kabupaten Bogor yang langsung menyatakan siap ikut meski lokasinya jauh,” ungkap Rieke.
Tak hanya peserta dari Kabupaten Bogor, KORMI juga membuka pendaftaran bagi masyarakat dari luar daerah.
“Kami membuka kesempatan bagi peserta dari luar Kabupaten Bogor. Saat ini memang yang sudah mendaftar mayoritas masih dari Kabupaten Bogor, tetapi kami ingin mengetahui seberapa besar minat masyarakat luar untuk datang ke Malasari,” jelasnya.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya, KORMI ingin melibatkan masyarakat Desa Malasari secara langsung sebagai peserta tari.
Akew mengungkapkan, selama ini warga setempat hanya menjadi penonton ketika ada kegiatan di kawasan tersebut. Kini mereka diajak berpartisipasi sebagai bagian dari pertunjukan.
“Respon masyarakat luar biasa. Saat kami baru survei saja, mereka sudah bertanya kapan mulai latihan. Mereka sangat antusias ingin ikut menari, bukan hanya menjadi penonton,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan menampilkan gerakan tari yang sederhana dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Konsep yang diusung bukan tarian tradisional murni seperti Jaipong, melainkan perpaduan unsur tradisional dan modern.
Menurut Akew, di bawah naungan KORMI, dance atau tari merupakan salah satu bentuk olahraga masyarakat karena melibatkan aktivitas fisik.
“Menari itu bagian dari olahraga. Semua orang bisa ikut, dengan gerakan yang mudah, seragam, kompak, dan enak dipandang. Intinya bagaimana menyelaraskan gerakan manusia dengan keindahan alam,” ujarnya.
Kegiatan Menari di Bogor tahun ini menjadi penyelenggaraan perdana. KORMI berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan yang berpindah-pindah lokasi untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Bogor.
“Kenapa di Malasari? Karena Malasari adalah bagian dari Kabupaten Bogor yang harus kita promosikan. Kami ingin membantu memperkenalkan titik-titik wisata yang ada di Kabupaten Bogor. Insyaallah tahun depan akan digelar lagi di lokasi yang berbeda, karena Kabupaten Bogor sangat luas dan memiliki banyak tempat yang indah,” tutur Akew.
Melalui kegiatan ini, KORMI Kabupaten Bogor berharap olahraga masyarakat, seni tari, pelestarian budaya, serta promosi pariwisata dapat berjalan beriringan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk mengenal keindahan alam Kabupaten Bogor, khususnya Desa Malasari di Kecamatan Nanggung.
(Pandu)






