SUARABOTIM.COM – Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, masih menjadi salah satu wilayah dengan tingkat peredaran narkotika dan obat keras tertentu (OKT) yang cukup tinggi.
Letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah Bekasi dinilai menjadi salah satu faktor yang mempermudah peredaran barang terlarang tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Polres Bogor yang terus menggencarkan upaya penindakan hukum serta pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Dalam pengungkapan kasus narkoba sepanjang periode Mei hingga Juli 2026, Polres Bogor bahkan berhasil membongkar peredaran etomidate, narkotika varian baru yang digunakan sebagai cairan (liquid) untuk rokok elektrik atau vape. Selain itu, polisi juga mengungkap peredaran happy water, yang sebelumnya lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta.
Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor, AKP Maulana Yusuf mengatakan, Gunung Putri masih menjadi salah satu titik rawan peredaran obat keras tertentu sehingga diperlukan langkah penanganan yang berkelanjutan.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah penegakan hukum. Para pelaku kami tangkap, kemudian diproses sesuai ketentuan hukum dan diajukan ke pengadilan,” ujar AKP Maulana Yusuf kepada SuaraBotim.Com, Selasa (21/7/2026).
Selain tindakan represif, kata AKP Maulana, Satres Narkoba Polres Bogor juga mengedepankan upaya preventif dengan melibatkan jajaran kepolisian di tingkat wilayah.
“Untuk langkah preventif, kami berkoordinasi dengan para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras tertentu (OKT),” katanya.
Menurut AKP Maulana, penyalahgunaan obat keras tertentu dapat menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada kondisi fisik maupun mental penggunanya.
“OKT merupakan obat yang dapat menyebabkan kecanduan. Ketergantungan itulah yang membuat pola pikir anak-anak muda bahkan orang dewasa menjadi terganggu dan menghambat aktivitas maupun produktivitas mereka,” jelasnya.
Ia menilai edukasi kepada masyarakat masih menjadi salah satu cara efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba dan obat keras tertentu. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Selama ini sosialisasi cukup efektif, tetapi dengan catatan harus dilakukan secara kolaboratif bersama tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta pengurus RT dan RW. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, pencegahan akan lebih maksimal,” ungkapnya.
Sebelumnya, Polres Bogor mengungkap kasus peredaran etomidate di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri. Dalam kasus tersebut, polisi menyita 65 cartridge etomidate dan 70 bungkus happy waterdari seorang tersangka berinisial EJ.
Etomidate diketahui dipasarkan dalam bentuk cartridge untuk vape dengan harga berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta per cartridge, yang hanya dapat digunakan sekitar 40 kali hisapan.
Temuan ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena menandakan masuknya narkotika varian baru ke wilayah Kabupaten Bogor, khususnya kawasan timur seperti Gunung Putri dan Citeureup.
(Pandu)







