SUARABOTIM.COM – Sebanyak 5.582 personel Polri disiapkan untuk mendukung Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana dan konflik sosial di berbagai wilayah Indonesia.
Kesiapan tersebut dipastikan melalui Apel Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo digelar di Mako Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/26).
Komjen Pol. Dedi mengatakan, apel tersebut merupakan perintah langsung Kapolri untuk mengecek kesiapan Polri dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi.
Kesiapan yang diperiksa meliputi personel, sarana dan prasarana, keterampilan, serta latihan yang diperlukan dalam pelaksanaan Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II.
“Pak Kapolri memerintahkan saya pada hari ini untuk mengecek langsung kesiapan personel, kesiapan sarana prasarana, kesiapan dari sisi keterampilan latihan, dan kesiapan-kesiapan lain dalam rangka kita menghadapi Aman Nusa I dan Aman Nusa II,” ujarnya.
Menurut Komjen Pol. Dedi, sejumlah kegiatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II telah dilaksanakan, termasuk penanganan bencana di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Polri juga menjadikan pengalaman penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan.
Meski demikian, Polri tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi berbagai situasi kontinjensi, khususnya melalui Operasi Aman Nusa I.
Komjen Pol. Dedi menyebut Polri memiliki pengalaman dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan Operasi Aman Nusa I pada Agustus dan September 2025. Selain itu, pengalaman dalam pengendalian massa pada 27 dan 28 Agustus 2026 juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan personel.
“Bapak Kapolri memerintahkan kepada saya untuk betul-betul mengecek bagaimana kesiapan personel, kesiapan sarana prasarana, kesiapan latihan, dan kesiapan-kesiapan lain dalam rangka untuk menyukseskan kegiatan Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II,” katanya.
Komjen Pol. Dedi menegaskan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks.
Posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire juga membuat sejumlah wilayah memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, hingga bencana lainnya.
“Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel dan dukungan peralatan menjadi hal penting untuk memastikan Polri dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana mengatakan, sebanyak 5.582 personel dilibatkan dalam apel kesiapan tersebut.
“Jumlah dari anggota yang diapelkan itu adalah 5.582 personel. Jumlah ini adalah kekuatan yang ada di Mabes Polri untuk nantinya di-BKO-kan kepada Polda yang memerlukan bantuan dari Mabes Polri,” jelas Irjen Pol. Laksana.
Selain apel di tingkat Mabes Polri, jajaran Polda di seluruh Indonesia juga melaksanakan apel secara serentak sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.
Irjen Pol. Laksana menegaskan, kekuatan yang disiapkan Polri tidak hanya berupa personel, tetapi juga berbagai peralatan pendukung untuk penanganan bencana.
“Polri menyiapkan pasukan-pasukan ini dalam rangka mem-backup wilayah bagi yang memerlukan. Bukan hanya personel yang di-backup-kan di sana, tetapi peralatan juga,” ungkapnya.
Berbagai peralatan yang disiapkan antara lain helikopter, pesawat fixed-wing, kendaraan pendukung, dapur lapangan, water treatment, serta mobil kesehatan.
Selain itu, Polri menyiapkan tim psikologi untuk trauma healing, personel pencarian dan evakuasi, serta tenaga kesehatan dari Dokkes untuk mendukung penanganan korban bencana.
Kesiapan tersebut diharapkan dapat memperkuat respons cepat Polri dalam menghadapi bencana maupun konflik sosial di berbagai wilayah Indonesia melalui Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II Tahun 2026
(Pandu)







