SUARABOTIM.COM – Usai resmi dilantik sebagai Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor periode 2026–2029, jajaran pengurus langsung bergerak cepat menyusun program kerja.
Fokus utama kepengurusan adalah membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan karakter pemuda sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.
Ketua PK KNPI Kecamatan Jasinga Ama Derry mengatakan, tahun pertama kepengurusannya akan diprioritaskan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membentuk kader-kader muda yang memiliki karakter kuat.
“Usai dilantik hari ini, khusus untuk KNPI Jasinga, kami ingin membangun fondasi yang kuat bagi teman-teman pemuda di Jasinga. Kepengurusan 2026–2029 sedang mempersiapkan kader-kader dan SDM yang berkualitas. Karena itu, satu tahun pertama kami akan fokus memperkuat fondasi karakter agar pemuda-pemudi Jasinga tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Ama Derry kepada Aktualita.co.id.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan arus globalisasi tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budaya daerah. Hal itu sejalan dengan tagline KNPI Kecamatan Jasinga, “Nyiung ka waktu, mibapa ka zaman”, yang bermakna mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan identitas lokal.
Selain penguatan karakter, kata Ama Derry, KNPI Kecamatan Jasinga juga akan mengubah fokus program di bidang pertanian. Jika sebelumnya mengusung konsep ketahanan pangan, kini organisasi tersebut akan lebih menekankan pada kedaulatan pangan.
“Kami ingin pengurus KNPI mampu memanfaatkan potensi lahan pertanian yang ada di Kecamatan Jasinga. Pertanian merupakan salah satu sektor yang paling potensial di wilayah ini. Kalau bisa dikembangkan dengan baik, meski dimulai dari sistem semi-modern, kami yakin masyarakat bisa lebih mandiri. Ketika kedaulatan pangan terwujud, berarti kita ikut membantu memenuhi kebutuhan pangan daerah bahkan nasional,” jelasnya.
Iamenegaskan, pemberdayaan masyarakat akan menjadi fokus utama KNPI Jasinga dalam jangka panjang. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.
Di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan yang dihadapi petani di tengah musim kemarau. Menurutnya, hasil program penanaman padi yang telah dijalankan KNPI selama empat hingga lima bulan terakhir belum maksimal, bukan semata-mata akibat kemarau, tetapi juga karena rusaknya infrastruktur irigasi.
“Permasalahan utamanya bukan hanya musim kemarau. Infrastruktur irigasi di kawasan Kalasundung, Cidurian hingga Kalasodong belum sepenuhnya diperbaiki sejak bencana tahun 2020. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, banyak lahan pertanian milik warga mengalami kekeringan karena saluran irigasi tersumbat sedimentasi dan sejumlah infrastruktur pengairan masih rusak akibat bencana beberapa tahun lalu.
pihaknya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait pernah melakukan gotong royong dan perbaikan secara swadaya. Namun upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan, terutama di wilayah hilir.
“Kami pernah turun langsung bersama UPT untuk bergotong royong memperbaiki saluran irigasi. Namun upaya itu belum cukup menyelesaikan persoalan, khususnya di daerah hilir,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap rehabilitasi jaringan irigasi agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan optimal.
“Mayoritas masyarakat Jasinga masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Ketika aliran air dari Sundung, Cidurian, hingga Sodong tidak mengalir dengan baik, otomatis para petani tidak bisa menggarap sawah mereka. Karena itu, perbaikan irigasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” pungkasnya.
(Retza)







