SUARABOTIM.COM – Beredar di media sosial (medsos) video yang memperlihatkan seorang pemilik pangkas rambut di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, enggan memasang bendera Merah Putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam video tersebut, pemilik pangkas rambut disebut enggan memasang bendera setelah mendapat imbauan dari pihak kecamatan. Ia beralasan belum merasa merdeka sehingga memilih tidak memasang bendera Merah Putih.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede mengajak, masyarakat untuk tetap menjaga semangat nasionalisme dan kebersamaan dalam momentum bulan kemerdekaan.
“Terkait peristiwa tersebut kami mengajak masyarakat supaya semangat nasionalisme, kebersamaan ya. Artinya hal-hal yang disebut usaha-usaha tidak menjadi halangan atau hambatan untuk mengaktualisasikan rasa nasionalisme kita,” ujarnya, Rabu (12/8/26).
Ferdinando menuturkan, seluruh pemerintah di Indonesia melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah dikeluarkan imbauan pemasangan bendera mulai dari tanggal 1 hingga 31 Agustus.
“Ditindaklanjuti oleh surat edaran Bupati. Termasuk juga dengan mengajak semua komponen masyarakat, termasuk pemerintah untuk bagikan bagi-bagikan bendera bagi masyarakat yang mungkin ya, mungkin tidak mampu membeli bendera,” terang dia.
“Jadi sifatnya memang kita sampai saat ini mengimbau ya karena kita sebagai anak bangsa tinggal mengisi kemerdekaan. Memasang bendera saat ini tidak lagi pertaruhkan nyawa seperti memasang bendera zaman sebelum kemerdekaan lalu,” sambung dia.
Namun, Ferdinando juga menuturkan, perbedaan merupakan hal yang nyata dan lumrah. Namun, setiap negara mempunyai perbedaan.
“Seharusnya, rasa nasionalisme adalah persatuan. Saya pikir rasa rasa nasionalisme itu tidak bisa dicampuradukkan dengan perbedaan-perbedaan pandangan, ya. Artinya saat ini, bulan ini adalah bulan kemerdekaan kita,” tutur dia.
“Karena founding father kita, para pendiri bangsa kita sudah berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi menurut saya seperti itu,” lanjutnya.
Terlebih, Ferdinando juga bakal melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan pemerintah Kecamatan Rancabungur yang melakukan intimidasi.
“Ya, nanti saya cek lebih lanjut ya. Sementara kami mendapatkan informasi bahwa itu dalam rangka monitoring untuk menghimbau memasang bendera, sekaligus membagikan bendera ketika ada masyarakat yang tidak punya,” tutupnya.
(Pandu)






