SUARABOTIM.COM – Memasuki musim pancaroba dan meningkatnya potensi hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya bakal melakukan rapat persiapan untuk mengantisipasi beberapa kerawanan bencana yang ada di Bumi Tegar Beriman.
“Kemarin di beberapa wilayah Kabupaten Bogor terjadi kerawanan kekeringan. Tapi dengan kita berharap hujan turun, setelah hujan turun kita pun bukan hanya bersuka cita air kembali mengalir, tetapi ada beberapa titik-titik rawan di Kabupaten Bogor, rawan terhadap longsor, rawan terhadap banjir,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Minggu (27/9/26).
Mulai hari ini, lanjut Rudy, Pemkab Bogor mulai menurunkan alat berat berupa long arm di Kelurahan Puspanegara untuk membuka saluran air.
“Walaupun saluran airnya dibuka, airnya tidak ada, tetapi kita antisipasi pada saat nanti hujan terjadi, air akan mengalir, air tidak tersumbat,” terangnya.
Selain itu, normalisasi saluran air juga dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Kemang, Ciseeng, Parung, dan Rancabungur. Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan jalur air dapat berfungsi ketika curah hujan meningkat.
“Saluran irigasi yang kami normalisasi airnya tidak terlihat, tapi nanti pada saat hujan intensitas hujan mulai tinggi, hujannya cukup deras, jalur-jalur air yang sudah kami bentuk tadi nanti akan teraliri oleh air dan berupaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir maupun tanah longsor yang ada di Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Namun, Rudy juga meminta agar masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Masyarakat harus bersiap, apabila intensitas hujan mulai tinggi walaupun BMKG memprediksikan hujan berturut-turut di bulan Oktober, dan November,” ungkapnya.
“Tapi dengan adanya hujan, kita juga harus antisipasi bersama-sama. Struktur tanah Bogor cukup berbeda. Saat panas kemarin cukup panjang, retakan-retakan tanah di beberapa wilayah terjadi. Jangan sampai hujan besar, retakan-retakan terisi air, akhirnya terjadi bahaya longsor,” tutupnya.
(Pandu Maulana)






