SUARABOTIM.COM – EIGER Nature siap membuka akses untuk publik pada September 2026 di Bogor, Jawa Barat. Destinasi ini hadir dengan konsep ekowisata yang menggabungkan pengalaman alam, petualangan, budaya, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Perkenalan EIGER Nature menjadi babak baru setelah sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut nama, tetapi juga menandai penguatan arah pengembangan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan mengusung semangat “menginspirasi generasi melalui petualangan bermakna di alam”, EIGER Nature dikembangkan untuk memberikan pengalaman wisata sekaligus manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (20/8/2026)..
EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Ketiganya menjadi fondasi untuk menciptakan keseimbangan antara kelestarian alam, budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Pendekatan ini menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, hingga pengalaman pengunjung agar aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi bagian dari pengembangan EIGER Nature sejak tahap awal.
Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan nilai ekologis kawasan. Salah satunya melalui penghijauan dengan penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.
Selain penghijauan, EIGER Nature juga melakukan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga pengembangan sistem pengelolaan sampah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen EIGER Nature untuk menciptakan destinasi yang tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang yang berasal dari masyarakat sekitar.
Saat mulai beroperasi, destinasi ini diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.
Selain membuka peluang ekonomi, EIGER Nature juga berkomitmen mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung berbagai program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program tersebut mencakup berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, hingga program 1 Ticket 1 Tree.
Bagi EIGER Nature, keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai upaya meminimalkan dampak negatif, tetapi juga bagaimana keberadaan sebuah destinasi mampu menciptakan dampak positif yang terus berkembang bagi lingkungan dan masyarakat.
EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.
Sejumlah atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, di antaranya Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.
Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman menginap melalui Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
Tak hanya mengandalkan pengalaman konvensional, EIGER Nature juga memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih seamless melalui konsep paperless dan integrated experience.
Konsep tersebut mencakup integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, hingga transaksi digital menggunakan EIGER Coins.
Teknologi ditempatkan sebagai pendukung agar pengunjung dapat menikmati pengalaman di alam dengan lebih mudah, tanpa menghilangkan esensi interaksi langsung dengan alam.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.
EIGER Nature dijadwalkan membuka akses untuk publik pada September 2026. Destinasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, berdampak positif bagi alam dan budaya, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
(Pandu)






