SUARABOTIM.COM – Dua desa wisata asal Kabupaten Bogor, yakni Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara, sukses mengharumkan nama daerah setelah masuk jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.
Prestasi tersebut diumumkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat pada Rabu (29/7/26).
Keduanya berhasil menyisihkan puluhan peserta dari total 44 desa/kampung wisata melalui proses seleksi portofolio digital.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Gunung Malang dan Tugu Utara membuktikan bahwa desa wisata di Kabupaten Bogor memiliki daya saing di tingkat Jawa Barat.
“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” ungkap Ria, Sabtu (8/8/26).
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan potensi wisata di tingkat desa.
“Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga buah dari kerja bersama masyarakat, Pokdarwis, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten mengembangkan serta mempromosikan potensi wisata di wilayahnya,” katanya.
Keberhasilan kedua desa wisata tersebut tidak lepas dari sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Selain itu, Gunung Malang dan Tugu Utara dinilai unggul dalam menerapkan standar pengelolaan pariwisata 5A, meliputi Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising. Konsep tersebut dipadukan dengan kearifan lokal 5K khas Jawa Barat, yakni Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Yuliana Idrus, mengatakan perpaduan tata kelola pariwisata modern dengan kearifan lokal tersebut mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih autentik bagi pengunjung.
“Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang berakar pada budaya Sunda,” jelas Yuliana.
Menurutnya, kekuatan desa wisata tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga bagaimana potensi lokal dikemas menjadi pengalaman yang mampu memberikan kesan bagi wisatawan.
“Ketika alam, budaya, masyarakat, dan pengelolaan wisatanya berjalan bersama, maka yang ditawarkan bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain,” ujarnya.
Sebagai finalis Top 15 SWJ ITDMA 2026, Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara akan mendapatkan coaching clinic intensif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Disparekraf Kabupaten Bogor juga memastikan pendampingan akan terus diberikan agar kedua desa tersebut mampu melaju ke tingkat nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.
Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi dalam sebuah kompetisi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisata diharapkan mampu mendorong omzet UMKM, membuka lapangan pekerjaan, serta menggerakkan perekonomian lokal.
Keberhasilan Gunung Malang dan Tugu Utara sekaligus diharapkan menjadi contoh bagi desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat serta kearifan lokal.
(Pandu Maulana)







