Friday, October 23, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Hukum dan Kriminal

Polres Bogor Ungkap Peredaran Merkuri Ilegal di Babakan Madang, Hampir 1 Ton Disita

by Arsyit Syarifudin
September 4, 2026
in Hukum dan Kriminal, Peristiwa
0
Polres Bogor Ungkap Peredaran Merkuri Ilegal di Babakan Madang, Hampir 1 Ton Disita

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto saat memegang barang bukti merkuri ilegal. (Foto: Pandu)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Polres Bogor mengungkap kasus dugaan penjualan dan peredaran merkuri tanpa izin di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka serta menyita hampir satu ton merkuri dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp2,8 miliar.

READ ALSO

7 Tersangka Curanmor di Gunung Putri Dilimpahkan ke Kejaksaan, 4 Orang Diduga Penadah

Jumlah Korban Keracunan MBG SMPN 2 Cisarua Tembus 103 Siswa

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, pengungkapan kasus tersebut menjadi perhatian serius karena merkuri diduga digunakan sebagai salah satu bahan dalam aktivitas pemurnian emas, termasuk pada kegiatan pertambangan dan pengolahan emas ilegal.

“Ini skalanya cukup besar. Merkuri ini adalah bahan baku yang biasa dipakai para penambang ilegal untuk memurnikan bahan-bahannya sehingga menjadi emas, memisahkan antara emas dengan batuannya,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto saat press release di Aula Mapolres Bogor, Kamis (3/9/26).

Menurutnya, kata AKBP Wikha, penggunaan merkuri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ilegal, tetapi juga memiliki dampak serius terhadap kesehatan manusia, hewan, serta lingkungan.

“Bahan ini memiliki efek yang cukup merusak. Apabila manusia, hewan, dan sebagainya terpapar, dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan,” katanya.

Pengungkapan kasus peredaran merkuri ilegal tersebut dilakukan oleh Polres Bogor pada 17 Agustus 2026 di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Dalam operasi tersebut, kami berhasil mengamankan empat orang tersangka dan menyita sebanyak 998,825 kilogram merkuriatau hampir satu ton,” terangnya.

Merkuri tersebut dikemas dalam botol-botol berukuran 600 mililiter. Polisi juga menemukan sebanyak 123 botol yang tersimpan di lokasi penyimpanan atau gudang para pelaku.

Selain merkuri, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit timbangan digital, buku catatan penjualan, serta tiga unit telepon genggam milik para tersangka.

AKBP Wikha menjelaskan, nilai ekonomi dari seluruh merkuri yang berhasil diamankan mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan hasil penyelidikan, merkuri tersebut dijual dengan harga sekitar Rp2,9 juta per kilogram.

“Setelah kita total, nilai ekonomis seluruh barang bukti yang kita ungkap adalah Rp2.896.592.500. Jadi lebih dari Rp2,8 miliar untuk seluruh barang bukti yang dapat kita amankan,” ungkapnya.

Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RAR (40), warga Kabupaten Seram Bagian Barat, JS, warga Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, FS, warga Kabupaten Nabire, Papua Tengah, serta RA (48) yang diketahui telah menetap sebagai warga Kota Bogor.

Berdasarkan hasil penyelidikan, merkuri tersebut berasal dari hasil pengolahan batu sinabar yang diduga ditambang secara ilegal di wilayah Gunung Cinabar, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Barang tersebut kemudian didistribusikan melalui jalur udara dari Maluku menuju Surabaya. Setelah itu, merkuri dikirim menggunakan kendaraan roda empat menuju wilayah Kabupaten Bogor.

“Para pelaku diduga mendistribusikan dan menjual merkuri tersebut ke sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Sukabumi,” tutur dia.

AKBP Wikha juga mengungkapkan, jaringan peredaran merkuri ilegal tersebut telah beroperasi sejak tahun 2023. Selama beroperasi, para pelaku diketahui telah melakukan pengiriman sebanyak tiga kali ke wilayah Bogor.

“Merkuri tersebut diduga akan disuplai kepada sejumlah aktivitas pertambangan emas ilegal dan pengolahan emas ilegal,” ucapnya.

Kapolres Bogor menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi penting sebagai upaya untuk menekan aktivitas pertambangan ilegal dengan memutus salah satu jalur penyediaan bahan bakunya.

“Harapan kami dari Polres Bogor, dengan kita mengungkap bahan bakunya, kita bisa menekan kegiatan-kegiatan pertambangan ilegal yang saya kira masih cukup banyak terjadi di wilayah Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, terkait kegiatan perdagangan tanpa perizinan berusaha.

“Para pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama empat tahun serta denda paling banyak Rp10 miliar,” jelas dia.

Terlebih, AKBP Wikha juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya penggunaan merkuri karena dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan merusak ekosistem lingkungan.

“Penggunaan bahan seperti merkuri sangat berbahaya karena dapat merusak ekosistem lingkungan dan juga berdampak buruk bagi kesehatan manusia,” pungkasnya.

(Pandu)

Tags: AKBP Wikha ArdilestantoBabakan MadangKabupaten BogorMerkuri IlegalPolres BogorTambang Emas Ilegal

Related Posts

7 Tersangka Curanmor di Gunung Putri Dilimpahkan ke Kejaksaan, 4 Orang Diduga Penadah
Hukum dan Kriminal

7 Tersangka Curanmor di Gunung Putri Dilimpahkan ke Kejaksaan, 4 Orang Diduga Penadah

October 22, 2026
Jumlah Korban Keracunan MBG SMPN 2 Cisarua Tembus 103 Siswa
Peristiwa

Jumlah Korban Keracunan MBG SMPN 2 Cisarua Tembus 103 Siswa

October 21, 2026
91 Murid SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Dievakuasi ke RSPG
Peristiwa

91 Murid SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Dievakuasi ke RSPG

October 21, 2026
Sehari Tak Masuk Kerja, Pria di Wanaherang Ditemukan Tewas Membusuk
Peristiwa

Sehari Tak Masuk Kerja, Pria di Wanaherang Ditemukan Tewas Membusuk

October 19, 2026
Seorang Pria Diamuk Warga Usai Curi Sepeda Motor di Rumpin, Seret Korban hingga 300 Meter
Hukum dan Kriminal

Seorang Pria Diamuk Warga Usai Curi Sepeda Motor di Rumpin, Seret Korban hingga 300 Meter

October 19, 2026
Dipicu Kebocoran Gas, Vila di Cisarua Bogor Hangus Terbakar
Peristiwa

Dipicu Kebocoran Gas, Vila di Cisarua Bogor Hangus Terbakar

October 19, 2026
Next Post
Pasca Kantor BKPSDM Diobok-obok KPK, Kaban YMP Mulai Muncul Kepermukaan

Pasca Kantor BKPSDM Diobok-obok KPK, Kaban YMP Mulai Muncul Kepermukaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jadi Lebih Mudah Diakses, Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN Dekat
  • Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel
  • Kenang Berbagai Kejadian Selama Menjabat Kapolres Bogor, AKBP Wikha: Semuanya Ada!
  • Pamit dari Polres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto Soroti Minimnya Jumlah Personel
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?