SUARABOTIM.COM – Aktivitas sebuah pabrik pengolahan bulu ayam di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari Pimpinan Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Klapanunggal.
Pengurus KNPI PK Klapanunggal mendatangi lokasi tersebut pada Minggu (20/9/2026), menyusul adanya aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas pengolahan bulu ayam yang diduga menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mencemari lingkungan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Bencana Alam PK KNPI Klapanunggal, M. Yunus, mengatakan kedatangan pihaknya ke lokasi merupakan tindak lanjut dari keluhan warga.
“Kami dibuat kaget, kok bisa ada limbah bulu ayam yang bau. Parahnya, sepertinya aktivitas ini sudah lama beroperasi,” kata Yunus.
Menurutnya, aktivitas pengolahan bulu ayam tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. Ia mempertanyakan pengawasan terhadap kegiatan tersebut yang dinilai belum mendapatkan tindakan tegas.
“Jangan sampai ada korban dulu, baru kita bertindak tegas,” ujarnya.
Yunus juga menduga kegiatan pengolahan bulu ayam tersebut belum mengantongi perizinan resmi dari pemerintah. Namun, dugaan tersebut menurutnya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan verifikasi oleh instansi berwenang.
“Saya yakin 100 persen itu tidak berizin, karena mereka beroperasi di lahan terbuka tanpa menggunakan alat yang memadai,” timpalnya.
Atas kondisi tersebut, PK KNPI Klapanunggal meminta aparatur pemerintahan, khususnya Satpol PP Kecamatan Klapanunggal dan Dinas Lingkungan Hidup, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan serta mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika mengandung pidana, pidanakan saja daripada merugikan warga dan berakibat menimbulkan penyakit di kemudian hari,” tegas Yunus.
Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Klapanunggal, Dede Mulyana menambahkan bahwa pihaknya menjalankan arahan pimpinan DPD KNPI agar pemuda turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai aktivitas investasi di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, KNPI tetap mendukung masuknya investasi selama kegiatan tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.
“Kita sangat welcome terhadap investasi, tapi jangan sampai merugikan warga, apalagi adanya limbah yang berbahaya. Kami pasti akan bersikap tegas,” katanya.
Ia juga meminta dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas pengolahan bulu ayam tersebut segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami minta tindak tegas, tutup secara permanen. Jangan kasih celah bagi oknum yang mau merusak lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
(Deni Supriadi)






