SUARABOTIM.COM – Drainase di sekitar Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, kerap sekali mengalami penyumbatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni, yang meminta normalisasi saluran segera dilakukan agar aliran air kembali lancar.
Achmad Fathoni mengatakan, dirinya telah turun langsung ke lokasi bersama petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Provinsi Jawa Barat untuk mengecek kondisi drainase.
Dari hasil peninjauan, terdapat dua jalur drainase di kawasan Pasar Cileungsi, salah satunya saluran utama di pinggir jalan provinsi.
Ia menyebut, normalisasi saluran utama tersebut perlu dilakukan oleh pihak provinsi. Namun, pelaksanaannya terkendala keberadaan sejumlah kabel dan pipa utilitas yang melintasi saluran, termasuk milik PLN dan PDAM.
“Sudah saya sampaikan ke pihak provinsi agar drainase ini dinormalisasi. Namun, ada kendala karena banyak kabel dan pipa PDAM yang mengganggu saluran,” kata Achmad Fathoni kepada SuaraBotim.Com, Kamis (15/10/26).
Ia menjelaskan, penertiban utilitas perlu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan instansi terkait agar proses normalisasi dapat berjalan tanpa hambatan. Untuk itu, ia meminta masyarakat melalui pengurus lingkungan, RW, hingga pemerintah desa menyampaikan surat resmi kepada lembaga terkait.
Fathoni meminta surat tersebut ditembuskan kepada DPRD Kabupaten Bogor agar pihaknya dapat mengawal proses koordinasi hingga penertiban utilitas dilakukan.
“Instansi terkait sebenarnya memiliki kemampuan dan anggaran untuk merapikan utilitas tersebut. Tinggal dikoordinasikan agar tidak mengganggu saluran drainase. Setelah itu, pihak provinsi bisa turun melakukan normalisasi,” tutupnya.
(Pandu Maulana)







