Gunung Putri, SuaraBotim.Com _ Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Achmad Fathoni soroti persoalan menurunnya partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
“Hapir semua wilayah dapil 2 mengalami penurunan partisipasi pemilih di Pilkada serentak tahun 2024 ini, kebetulan saya menjadi manager saksi di kabupaten Bogor,” Kata Achmad Fathoni kepada SuaraBotim.com. jum’at (29/11/24).
Pria yang akrab disapa Fathoni menjelaskan, salahsatu faktor penurunan partisipasi karena kelelahan akibat dilaksanakannya Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan Februari 2024 lalu.
“Mungkin karena capek kali ya, karena baru kemarin pemilu, residu nya juga belum benar-benar selesai, maksudnya efek dari pemilu kemarin,” ucapnya.
“Saya melihat secara umum, masyarakat ketika ditanya siapa calon Gubernur dan Bupati nya masih banyak yang belum mengetahuinya, tetapi kalau Pilkada dilakukan tanggal 27 itu mayoritas tahu,” sambungnya.
Fathoni menuturkan, Generasi Z yang digadang-gadang menambah partisipasi Pilkada tersebut dinilai tidak idealis, karena banyak yang tidak datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
“Mungkin sebagian milenium merasa sudah tidak idealis, banyak Gen Z lebih memilih liburan daripada mencoblos di Pilkada,” cetusnya.
Sebelumnya, Pemerhati Politik Yusfitriadi mengungkapkan, minimnya partisipasi Pilkada serentak tahun 2024 menurun karena mengerucutnya jumlah TPS yang berada di Kabupaten Bogor.
“Faktor kebijakan KPU RI menyederhanakan TPS, dua menjadi satu, itu bukan urusan kabupaten, tetapi urusan kebijakan. Tetapi itu memberikan kontribusi walaupun tidak tahu alasannya apa disatukan, apa alasannya disatukannya TPS, apa efektifitas anggaran atau yang lainnya,” ucapnya.
“Kinerja sosialisasi KPU yang lemah, karena KPU hanya mengadakan agenda sosialisasi dalam konteks formal dan etlis. Jadi yang digarap hanya program yang berbasis anggaran tidak melakukan program berbasis kultural,” tutupnya.
(pandu maulana)







