Cileungsi, SuaraBotim.Com – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Jabar) angkat bicara soal atap gedung SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang ambruk pada Senin (9/9/25) saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Insiden ini menyebabkan puluhan siswa mengalami luka ringan dan beberapa harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, meninjau langsung lokasi kejadian. Ia menjelaskan, penyebab utama ambruknya atap diduga karena faktor usia bangunan dan beban genteng yang terlalu berat.
“Kalau dilihat, bangunan ini sudah berusia 10 tahun. Dibangun tahun 2015 ketika masih dikelola Kabupaten. Atapnya berada di lantai dua, menggunakan genting plentong glesur, bukan metal, sehingga tekanannya berat. Baja ringannya juga terlihat bergelombang dan tidak kuat menahan beban,” kata Purwanto kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, ambruknya atap bukan karena seluruh struktur gedung yang bermasalah, melainkan murni pada bagian atap yang tidak kuat menahan tekanan.
“Yang ambruk hanya atapnya. Jadi nanti cukup diganti dengan baja ringan dan atap baru, karena tembok masih bagus,” jelasnya.
Purwanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan terkait kemungkinan adanya kelalaian kontraktor dalam pembangunan gedung.
“Saya belum tahu perencanaannya dulu seperti apa, apakah sesuai atau tidak dengan pelaksanaannya. Itu masih harus dilihat lebih dalam,” ujarnya.
Meski ada insiden ini, Purwanto menegaskan bahwa kegiatan belajar siswa harus tetap berjalan. Ia menyebut ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan pihak sekolah.
“Kasihan anak-anak, ada 36 rombel (rombongan belajar) dikalikan empat kelas. Jadi harus segera ditangani supaya mereka bisa belajar lagi. Sementara ini bisa shifting, moving class, atau daring. Nanti kepala sekolah yang lebih paham teknisnya,” jelasnya.
Dalam peristiwa ini, puluhan siswa mengalami luka ringan. Sebagian besar hanya mengalami lecet dan terkilir.
“Korban sudah ditangani di rumah sakit. Tidak ada luka berat, hanya patah tulang ringan atau terkilir. Semuanya dalam kondisi stabil,” kata Purwanto.
Purwanto juga menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan seluruh sekolah untuk melaporkan segera jika ada bangunan yang kondisinya tidak layak digunakan. Hal itu penting agar segera dilakukan perbaikan dan tidak menimbulkan korban.
“Ke depan, pengawasan akan lebih diperketat. Kalau ada bangunan sekolah yang sudah kurang layak, segera dilaporkan agar bisa direhab. Kita ingin menyelamatkan anak-anak agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan aman,” tegasnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama pihak terkait sedang menyiapkan langkah perbaikan atap SMKN 1 Cileungsi agar bisa segera difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
(Pandu)







