SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi mengubah nama Jalan Lingkar Alun-alun Jonggol menjadi Jalan H.M. Syurdi Rusuh di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Peresmian nama jalan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum Haji Muhammad Syurdi Rusuh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah.
H.M. Syurdi Rusuh diketahui merupakan ayah dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, yaitu H. Mulyadi.
Menurut Rudy, penamaan jalan tersebut bukan atas usulan keluarga, melainkan murni inisiatif Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat.
Rudy menjelaskan, selama ini pemerintah telah memberikan nama sejumlah ruas jalan dan fasilitas publik menggunakan nama para pahlawan nasional maupun tokoh daerah yang berjasa.
“Para pahlawan yang berjuang sebelum kemerdekaan tahun 1945 di Bogor sangat banyak, seperti Mayor Oking, Kapten Muslihat, dan tokoh-tokoh lainnya. Namun ada juga pahlawan yang mengisi kemerdekaan setelah tahun 1945, salah satunya Bapak Haji Muhammad Syurdi Rusuh,” ujarnya kepada SuaraBotim.com, Kamis (6/8/26).
Menurut Rudy, almarhum H.M. Syurdi Rusuh merupakan sosok kepala desa yang patut dijadikan teladan. Semasa memimpin Desa Jonggol, ia berhasil menorehkan berbagai prestasi hingga menjadikan desa tersebut sebagai desa terbaik tingkat nasional.
“Bahkan Presiden Soeharto pernah datang ke Jonggol. Setelah melihat perkembangan Desa Jonggol, beliau sempat memiliki gagasan untuk memindahkan ibu kota negara ke Jonggol. Itu menjadi bagian dari sejarah yang tidak boleh kita lupakan,” katanya.
Rudy menilai, penghargaan terhadap H.M. Syurdi Rusuh juga menjadi motivasi bagi para kepala desa di Kabupaten Bogor yang saat ini berjumlah 416 desa agar terus menghadirkan inovasi dan prestasi bagi masyarakat.
“Kabupaten Bogor memiliki salah satu jumlah kepala desa terbanyak di Indonesia. Kita pernah memiliki kepala desa dengan segudang prestasi. Karena itu, para kepala desa hari ini harus mampu melanjutkan semangat pengabdian dan integritas yang telah dicontohkan para pendahulu,” ungkap Rudy.
Ia meyakini para kepala desa saat ini memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk memajukan wilayahnya karena didukung perkembangan teknologi, akses informasi, hingga berbagai program bantuan dari pemerintah.
“Kalau tokoh-tokoh terdahulu bisa hebat dengan keterbatasan teknologi, maka kepala desa saat ini seharusnya bisa lebih hebat lagi. Hari ini kita bisa melihat perkembangan dunia hanya melalui telepon pintar. Ditambah lagi pemerintah juga menyiapkan bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur desa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar selalu menghormati dan memuliakan orang tua. Menurutnya, keberhasilan anak-anak almarhum H.M. Syurdi Rusuh yang berkarier di berbagai bidang menjadi bukti pentingnya nilai tersebut.
“Tidak ada orang sukses di dunia ini yang tidak menghormati dan berbakti kepada orang tuanya. Anak-anak beliau menjadi akademisi, perwira TNI, pengusaha, hingga politisi. Itu menjadi contoh bahwa menghormati orang tua adalah fondasi kesuksesan,” tutupnya.
(Pandu)






