SUARABOTIM.COM – Seorang bocah berinisial ABS (6) diduga hanyut di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di Kampung Wanasari RT 09/02, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (20/4/26).
Peristiwa tersebut masuk dalam kategori Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) dan dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melalui call center pada pukul 13.00 WIB.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menjelaskan, korban diketahui bernama ABS (6), warga setempat. Saat kejadian, korban tengah bermain di pinggir sungai bersama dua temannya.
“Korban awalnya bermain bersama temannya di pinggir sungai, berenang dan melompat. Kemudian korban ikut bergabung, namun setelah melompat, korban terbawa arus Sungai Ciliwung yang saat itu sedang deras,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Jalal mengucapkan, kedua teman korban, Alfian dan Azam (keduanya berusia 6 tahun), sempat berusaha menolong. Namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal.
“Keduanya kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar, yakni Nurhayati (36) yang merupakan ibu korban, dan Adit (38), paman korban,” terangnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung melakukan pencarian dengan berkoordinasi bersama aparat setempat.
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Ciliwung menggunakan perahu karet, dimulai dari titik lokasi kejadian (LKP) hingga kawasan Pagersi dengan jarak kurang lebih 3 kilometer.
Jalal menuturkan, pencarian juga dilakukan dari Jembatan Gantung Wanasari hingga Jembatan Bojong Depok Baru.
“Hari pertama pencarian, korban belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan besok pagi, Selasa (21/4) dimulai pukul 07.30 WIB,” jelas Jalaludin.
Dalam proses pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti perahu karet, pelampung, helm, dayung, hingga jangkar untuk mendukung operasi penyelamatan.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi arus sedang deras guna menghindari kejadian serupa.







