Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Menyusul musibah robohnya atap bangunan MI Miftahul Falah, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri mengambil langkah cepat untuk melindungi para siswa. Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara waktu dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Langkah darurat ini diambil mengingat kondisi fisik bangunan sekolah yang berada di Desa Cikeas Udik tersebut sangat memprihatinkan dan berisiko tinggi jika dipaksakan untuk aktivitas di dalam kelas.
“Kondisi MI Miftahul Falah memang sudah lama perlu perbaikan. Karena kewenangannya ada di bawah Kementerian Agama (Kemenag), kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Bogor. Beliau sangat konsen dan langsung berkoordinasi dengan pihak Kemenag,” ujar Kurnia Indra kepada SuaraBotim.Com, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan tinjauan di lapangan, Kurnia menjelaskan bahwa meski yang ambruk secara total hanya satu ruang kelas, namun terdapat dua ruang kelas lain di sekitarnya yang ikut terdampak dan rawan ambruk susulan. Demi keamanan, pihak kecamatan meminta ketiga lokal tersebut dikosongkan total.
“Penanganan awal adalah penanganan darurat. KBM kami arahkan PJJ sampai tim teknis melakukan asesmen terhadap kekuatan bangunan. Untuk amannya, tiga lokal kami tangani sekaligus agar nanti saat siswa kembali, mereka benar-benar aman,” jelasnya.
Kurnia berharap proses asesmen teknis tidak memakan waktu lama sehingga perbaikan permanen bisa segera dilaksanakan. Mengingat status madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag, sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal tersebut kini menjadi kunci agar pendidikan anak-anak di Cikeas Udik tidak terputus lama.
“Mudah-mudahan segera dilakukan pembangunan kembali. Fokus kita saat ini adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan anak-anak tetap bisa belajar meskipun dari rumah untuk sementara waktu,” pungkasnya.
(Pandu)







