SUARABOTIM.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Amien Suyitno, memberikan apresiasi terhadap inovasi pendidikan yang diterapkan MTs Negeri (MTsN) 3 Bogor.
Program talent mapping atau pemetaan bakat yang dijalankan sekolah tersebut dinilai layak menjadi inspirasi sekaligus role model bagi madrasah di seluruh Indonesia.
Ia mengaku terkesan dengan sistem pembinaan peserta didik yang dilakukan secara terstruktur sejak awal siswa diterima di sekolah.
Menurutnya, setiap peserta didik dipetakan berdasarkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki. Setelah itu, siswa mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
”Madrasah ini menurut saya sangat luar biasa. Banyak alumninya diterima di sekolah-sekolah unggulan, dan sistemnya sangat sistemik. Anak-anak dipetakan sejak dini, diberikan pendampingan sesuai talentanya. Ini bisa menjadi inspirasi sekaligus role model bagi madrasah lain,” ujar Amien kepada SuaraBotim.Com di MTsN 3 Bogor, Rabu (29/7/26).
Amien menjelaskan, keberhasilan MTsN 3 Bogor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga didukung peran aktif guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang mendampingi siswa dalam jangka panjang, termasuk saat menentukan jenjang pendidikan berikutnya.
Menurutnya, kata Amien, setiap madrasah memiliki inovasi tersendiri. Namun, pendekatan yang diterapkan MTsN 3 Bogor memiliki keunggulan karena proses pemetaan bakat dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
”Kuncinya adalah membuat talent pool sejak awal, kemudian dilakukan pendampingan secara berkelanjutan. Guru BK memiliki peran yang sangat strategis agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya,” katanya.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Bogor, Hilman, mengungkapkan bahwa program talent mapping telah diterapkan selama tiga tahun terakhir. Bahkan, sebelum siswa mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar, sekolah terlebih dahulu melaksanakan tes diagnostik dan menggali latar belakang keluarga untuk memetakan potensi sekaligus tantangan yang dimiliki setiap peserta didik.
”Jadi kami tidak asal membina. Kami lihat dulu kemampuan anak, cita-citanya, dukungan orang tua, lalu kami dampingi. Kalau ada anak berbakat di olahraga, seni, atau bidang lain, kami arahkan agar potensinya berkembang. Jangan sampai anak minder karena bakatnya tidak diperhatikan,” jelasnya.
Menurut Hilman, pendekatan tersebut terbukti memberikan hasil positif. Banyak lulusan MTsN 3 Bogor berhasil diterima di berbagai sekolah unggulan, seperti Taruna Nusantara, MAN Insan Cendekia Serpong, hingga SMK Analisis Kimia Bogor (Smakbo). Bahkan, setiap tahun sekolah tersebut mampu meloloskan sekitar 23 siswa ke Smakbo.
Tak hanya itu, MTsN 3 Bogor juga mencatat prestasi membanggakan dalam penerimaan peserta didik di sekolah “Maung”. Pada tahun pertama pembukaan sekolah tersebut, sebanyak 104 siswa MTsN 3 Bogor berhasil lolos seleksi. Capaian itu menjadi salah satu alasan kunjungan Dirjen Pendidikan Islam ke sekolah tersebut.
Hilman menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan intensif guru BK kepada siswa dan orang tua selama proses pemilihan sekolah lanjutan. Pendampingan dilakukan sejak awal agar orang tua dapat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan potensi anak.
”Kami kumpulkan orang tua, kami dampingi sejak awal, kami ajak berdiskusi sehingga mereka tidak kebingungan saat menentukan pilihan sekolah anak,” ujarnya.
Selain mengembangkan program pemetaan bakat, MTsN 3 Bogor juga menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mulai diimplementasikan sejak 2025. Kurikulum ini merupakan penguatan Kurikulum Merdeka dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan, seperti cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Implementasi KBC diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pendidikan karakter, di antaranya penanaman pohon serta pembiasaan menghargai seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari kehidupan.
Melalui inovasi talent mapping, pendampingan yang berkelanjutan, serta penguatan pendidikan karakter, MTsN 3 Bogor diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan madrasah yang mampu melahirkan lulusan berprestasi sesuai potensi terbaik yang dimiliki setiap peserta didik.
(Pandu)







