Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memastikan tidak akan melaporkan warga yang sempat melakukan penggerudukan terhadap petugas Dishub ke pihak kepolisian. Keputusan ini diambil demi menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah dibicarakan dan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Enggak, kan sudah ngobrol. Tadi karang taruna juga datang, disampaikan bahwa ini hanya miskomunikasi kondisional. Paling utama, tadi Pak Bupati menekankan dua hal: pertama, mendahulukan kepentingan masyarakat, dan kedua, menjaga kondusifitas,” ujar Ajat kepada SuaraBotim.Com, Jumat (19/9/25).
Ajat menambahkan, menjaga hubungan baik dan suasana aman di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang menjadi prioritas bersama, mengingat kedua daerah memiliki peran penting.
“Mau tidak mau ada hal-hal yang tidak tersurat dan tersirat di dua kabupaten ini. Karena petinggi negara ada di Kabupaten Bogor dan Tangerang, saya kira kondusifitas harus dijaga,” jelasnya.
Ajat menegaskan, bahwa rencana melaporkan warga ke pihak kepolisian itu dibatalkan karena sudah adanya permintaan maaf.
“Kan ada permintaan maaf,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor berencana melaporkan insiden penggerebekan petugas di wilayah perbatasan Bogor–Tangerang ke pihak kepolisian.
Insiden ini sebelumnya viral setelah sejumlah orang yang diduga anggota Karang Taruna Desa Cirarab, Kabupaten Tangerang, memergoki petugas Dishub yang sedang beristirahat di sekitar Jalan Parung Panjang.
Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Rahmawanto, menjelaskan bahwa saat penggerebekan terjadi, petugas sedang berada di jam istirahat.
“Itu kan lagi jam istirahat anak-anak. Ada yang lagi salat, ada yang lagi mau makan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/9/25).
Bayu menegaskan, bahwa sejak dini hari, petugas sudah bekerja mengatur lalu lintas truk tambang di kawasan Parung Panjang.
“Iya sementara kan petugas dari jam 3 subuh udah mengatur lalin disana, di Parung Panjang,” katanya.
Terkait tudingan warga yang menyalahkan Dishub atas kemacetan akibat truk tambang, Bayu menyebut hal itu wajar karena situasi lalu lintas memang padat. Namun, ia menegaskan tidak ada anggota Dishub yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
“Anggota luka tidak ada. Tadi itu ada 7 sampai 8 petugas yang sedang istirahat di lokasi,” jelasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dishub Kabupaten Bogor akan melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian.
“Yang jelas lapor polisi lah, ke pihak kepolisian untuk bisa menindaklanjuti kejadian tadi. Laporannya ke Polres Bogor karena TKP nya Polres Bogor,” tutupnya.
(Pandu)







