Cibinong, SuaraBotim.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor memastikan akan menyalurkan bantuan cadangan pangan pasca peristiwa ambruknya Majelis Taklim di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan bahwa bantuan pangan akan diberikan setelah dilakukan analisis terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, distribusi pangan dari pemerintah daerah biasanya diberikan dalam konteks pasca bencana untuk mengantisipasi kerawanan pangan.
“Bantuan sembako pasti ada, insyaallah kita berikan. Namun mekanismenya tidak langsung pada saat bencana. Biasanya satu hingga dua minggu setelah kejadian, kita lakukan distribusi cadangan pangan jika memang ada potensi kerawanan pangan,” ujar Teuku, Selasa (9/9/25).
Ia mencontohkan, dalam bencana banjir atau longsor yang menyebabkan warga mengungsi, ketersediaan pangan biasanya terganggu sehingga pemerintah segera menyalurkan beras cadangan.
Namun, kata dia, dalam kasus ambruknya majelis ini, kondisi berbeda karena rumah warga tidak terdampak langsung.
“Kalau sekarang kejadiannya di majelis, rumah mereka tidak rusak. Artinya masyarakat yang luka ringan masih bisa tinggal di rumah dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Jadi tidak otomatis masuk kategori rawan pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Teuku menjelaskan ada dua jenis bantuan yang disiapkan DKP Kabupaten Bogor. Pertama, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) berupa beras. Kedua, bantuan pengelolaan kerawanan pangan yang bisa berupa beras, minyak goreng, telur, maupun daging.
“Bantuan dari DKP sifatnya untuk kondisi rawan pangan. Jadi nanti kita akan berkoordinasi dengan tim di lapangan. Jika memang ada warga yang mengalami kerawanan pangan, pasti kita bagikan cadangan pangan tersebut,” tegasnya.
Dengan adanya skema ini, pemerintah daerah berharap distribusi bantuan dapat tepat sasaran serta mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana ambruknya majelis di Ciomas.
(Pandu)







