SUARABOTIM.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Kantor Sekretariat DPC PPP Kabupaten Bogor, Cibinong. Senin (22/6/2026).
Rapat tersebut menjadi pertemuan perdana jajaran pengurus periode 2026-2031 sekaligus membahas sejumlah agenda strategis dalam menghadapi tahapan politik mendatang.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor H. Junaidi Samsudin mengatakan, rapat kerja perdana ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi internal setelah terbentuknya kepengurusan baru.
“Agenda hari ini adalah silaturahmi dan rapat kerja terkait susunan pengurus terbaru periode 2026–2031. Ada banyak hal yang dibahas, terutama agenda-agenda organisasi yang harus segera dijalankan,” ujar Kang Junsam sapaan akrabnya kepada Aktualita.co.id.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu juga menjelaskan, Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah persiapan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.
“Dari bulan ini hingga tiga bulan ke depan, Musancab di tingkat kecamatan harus sudah selesai. Karena itu, pembahasannya lebih difokuskan pada kesiapan pelaksanaan Musancab,” jelasnya.
Selain itu, kata Junsam, DPC PPP Kabupaten Bogor juga mulai menggencarkan program KTA-nisasi atau pendataan dan penguatan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bagian dari persiapan menghadapi verifikasi faktual partai politik yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah penting agar seluruh data keanggotaan dan struktur organisasi dapat dipastikan valid saat proses verifikasi dilakukan oleh penyelenggara pemilu.
“KTA-nisasi ini menjadi salah satu agenda penting agar ketika verifikasi faktual dilaksanakan, seluruh data keanggotaan sudah jelas dan siap diverifikasi,” katanya.
Dalam upaya memperkuat regenerasi partai, lanjt Junsam, DPC PPP Kabupaten Bogor juga akan mewajibkan kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk mengakomodasi keterwakilan generasi muda dan perempuan.
Ia menjelaskan, Ketua DPC telah menginstruksikan agar kepengurusan PAC hasil Musancab nantinya terdiri dari sedikitnya 30 persen unsur milenial atau Generasi Z, serta 30 persen keterwakilan perempuan.
“Kami ingin ada regenerasi yang kuat. Karena itu, pengurus PAC nantinya wajib mengakomodasi 30 persen dari kalangan milenial atau Gen Z dan 30 persen dari unsur perempuan,” ungkapnya.
Terkait persiapan menghadapi Pemilu 2029 yang tahapan awalnya diperkirakan mulai berjalan pada 2027, Kang Junsam menegaskan bahwa fokus utama PPP saat ini adalah menyukseskan verifikasi faktual.
Ia mengakui, karena PPP saat ini tidak memiliki keterwakilan di parlemen, maka partai harus mengikuti proses verifikasi faktual sebagaimana partai-partai yang belum memenuhi ketentuan parlemen.
“Persiapan kami saat ini difokuskan pada verifikasi faktual. Mulai dari kelengkapan KTA, keberadaan kantor PAC, kantor DPC, hingga seluruh persyaratan administrasi lainnya harus dipastikan siap. Itu yang menjadi prioritas kami sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029,” pungkasnya.
(Retza)







