SUARABOTIM.COM – Pemancing yang hanyut di kawasan Curug Parigi, Sungai Cileungsi, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (1/4/2026).
Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, yakni sekitar 50 meter dari titik awal (LKP).
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazri MA, menjelaskan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat dua korban remaja, yakni Ziko (15) dan Muhammad Zahran (18), salah satunya merupakan warga Pulogadung, Jakarta Timur.
“Dalam operasi SAR di Curug Parigi ini, ada dua korban. Pada hari pertama, tim SAR gabungan berhasil menemukan Ziko usia 15 tahun. Kemudian di hari kedua ini, Alhamdulillah korban atas nama Zahran juga berhasil ditemukan, tidak jauh dari lokasi kejadian sekitar 50 meter,” ujar Fazri kepada SuaraBotim.Com, Rabu (1/4/2026).
Ia mengungkapkan, korban kedua ditemukan oleh tim SAR yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya korban dengan posisi mengambang.
“Korban ditemukan oleh tim SAR di sekitar lokasi kejadian. Saat pencarian, korban terlihat mengapung dan langsung diamankan untuk dievakuasi ke darat,” jelasnya.
Fazri menambahkan, proses pencarian sempat mengalami sejumlah kendala, mulai dari kondisi cuaca, medan yang sulit, hingga arus sungai yang cukup deras.
“Untuk kendala tentu ada, seperti cuaca, medan, dan arus sungai yang cukup kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi menyampaikan, korban ditemukan sekitar pukul 14.32 WIB.
“Alhamdulillah sekitar pukul 14.32 WIB, kurang lebih 50 meter dari titik nol, korban muncul dan langsung kami amankan untuk dievakuasi,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, saat ditemukan kondisi korban sudah mengapung, meski awalnya hanya terlihat sebagian. Diduga hal tersebut dipengaruhi oleh arus sungai yang semakin besar serta metode pencarian yang digunakan sebelumnya.
“Korban ditemukan dalam kondisi mengapung, awalnya hanya terlihat sebagian. Kemungkinan karena pengaruh arus dan juga metode pencarian seperti blender, sehingga korban bisa terangkat ke permukaan,” ungkapnya.
Yudi juga mengakui, bahwa proses pencarian tidak mudah, terutama karena keterbatasan visibilitas di dalam air yang sangat minim.
“Kesulitan pasti ada, terutama kami tidak mengetahui pasti posisi korban. Selain itu, visibilitas penyelam di bawah air sangat minim, bahkan cenderung gelap. Pencarian dilakukan dengan meraba menggunakan tangan dan kaki, ditambah banyak batu dan daun di dasar sungai,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke darat menggunakan ambulans dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Jenazah sudah diserahkan kepada pihak desa dan keluarga untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman,” tutupnya.
Sebelumnya, Dua orang pemancing dilaporkan terbawa arus deras di Kali Cileungsi, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Selasa (31/3/2026).
Korban ZA (15) telah ditemukan pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB gak jauh dari titik 0 lokasi kejadian. Sementara, MLZ (18) di temukan pada Rabu (1/4/2026) sejauh 50 meter dari titik 0 kejadian.
(Pandu)







