Cibinong, SuaraBotum.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan.
Salah satu fokus utama dalam imbauan ini adalah pengawasan terhadap kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, bahwa Pemkab telah menerbitkan surat edaran resmi terkait hal ini. Surat tersebut dikeluarkan oleh Bupati Bogor sebagai bentuk upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.
“Himbauan secara tertulis sudah dibuat. Tujuannya untuk menjaga kondusivitas. Saya sudah meluncurkan surat kepada para camat dan perangkat daerah. Camat langsung menindaklanjuti dengan Forkopimcam agar bisa bertindak secara langsung,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com Sabtu (1/3/25).
Terkait dengan kegiatan Sahur On The Road, Ajat menegaskan, bahwa setiap camat harus melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap wilayahnya. Sebab, tidak semua kecamatan memiliki riwayat tawuran atau gangguan keamanan akibat SOTR.
“Para camat bersama Forkopimcam yang lebih tahu kondisi di lapangan, ada kecamatan yang gaada SOTR, dan ada juga yang lain. Karena di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor pasti berbeda-beda,” terangnya.
“Momen-momen seperti SOTR harus diawasi dengan ketat oleh jajaran terkait agar tidak menimbulkan gangguan ketertiban,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menekankan, pentingnya menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial selama Ramadan serta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci ini sebagai momen untuk saling berbagi dengan cara yang lebih tertib dan bermanfaat.
“Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga bagaimana kita mempererat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Mari jadikan bulan suci ini sebagai momen untuk saling berbagi dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman,” ujarnya pada Kamis (27/2/2025).
Sastra mengimbau, masyarakat untuk tidak menggelar SOTR karena berpotensi menimbulkan kemacetan dan gangguan ketertiban. Sebagai alternatif, ia mendorong warga untuk menyalurkan bantuan makanan sahur secara lebih efektif.
“Berbagi makanan sahur bisa dilakukan langsung ke panti asuhan, kaum dhuafa, atau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, esensi kebaikan Ramadan tetap terjaga tanpa mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.
(Pandu)







