SUARABOTIM.COM – Kabar tak sedap menerpa Pemerintah Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang seharusnya menjadi motor ekonomi warga, kini justru didera isu maladministrasi. Puluhan ekor kambing yang dibeli menggunakan anggaran desa tahun 2025 dilaporkan raib dari kandangnya, diduga telah dijual secara sepihak.
Pantauan di lokasi, Senin (2/3/2026), kandang ternak yang terletak jauh di Kampung Nyengcle itu tampak melongpong. Tak ada satu pun embikan kambing, yang ada hanyalah bangunan kayu yang mulai sepi.
Seorang warga berinisial N menyebut, awalnya ada lebih dari 50 ekor kambing di sana. Namun, pemandangan itu cuma bertahan seumur jagung.
“Dulu ada, tapi cuma beberapa hari di kandang, sekarang sudah bersih (kosong). Isu yang beredar di warga sih katanya sudah dijual,” tutur N kepada SuaraBotim.Com.
Teka-teki hilangnya aset desa ini perlahan terkuak lewat pengakuan Ketua BUMDes Selawangi, Ahmad Hidayat. Secara mengejutkan, ia mengaku tidak tahu-menahu soal kondisi terkini BUMDes karena seluruh kendali operasional dan keuangan telah “dirampas” oleh Kepala Desa Selawangi, Juhendi.
Ahmad bahkan menyatakan telah mundur dari jabatannya bersama sekretaris dan bendahara karena merasa tidak lagi dilibatkan.
“Saya tidak tahu, BUMDes itu diambil alih oleh Kepala Desa. Setelah anggaran cair, saya diminta menyerahkan seluruhnya ke beliau. Bahkan sampai sekarang saya tidak ada komunikasi lagi dengan Kades,” ungkap Ahmad blak-blakan.
Ia mengaku sempat mencoba mencari informasi mengenai nasib kambing-kambing tersebut, namun tembok besar di kantor desa seolah menutupi akses informasi baginya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Selawangi, Juhendi, hingga kini belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui telepon, sang Kades tak merespons. Tim di lapangan juga sudah mendatangi Kantor Desa Selawangi, namun yang bersangkutan dilaporkan tidak berada di tempat.
Kini, warga Selawangi menanti kejelasan: ke mana larinya puluhan kambing yang dibeli pakai uang rakyat tersebut? Jika benar dijual, lantas ke mana rimbanya uang hasil penjualan itu?
(Ret/Red)







