Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Kondisi jalan yang rusak di kawasan exit tol Gunung Putri, Kabupaten Bogor disebut sebagai salah satu penyebab utama kemacetan parah yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Pasalnya, jalan yang hanya dirancang menahan beban 8 ton justru setiap harinya dilintasi kendaraan berat dengan bobot mencapai tiga kali lipatnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk-truk besar dengan kapasitas lebih dari 24 ton bahkan hingga 40 ton kerap melintas di jalur ini. Akibatnya, kondisi jalan cepat rusak dan tak mampu menahan tekanan kendaraan yang melintasi.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri menegaskan, perlunya peningkatan status dan spesifikasi jalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor agar sesuai dengan kebutuhan dan realitas lapangan.
“Kalau kekuatan jalan hanya 8 ton, sementara kendaraan yang lewat puluhan ton, ya pasti rusak. Harusnya ada regulasi dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas jalan menjadi standar 40–80 ton,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Minggu (15/6/2025).
Daman Huri menambahkan, pembangunan jalan tanpa peningkatan status hanya akan menghamburkan anggaran rakyat karena kualitas jalan tidak akan bertahan lama jika terus-menerus dilintasi kendaraan berat.
“Sayang anggaran masyarakat. Kalau cuma dihotmix, dalam hitungan hari atau minggu juga akan rusak lagi. Mobil yang lewat besar-besar, bannya bisa 22 buah. Bayangkan berapa ton beban yang dibawa,” tegasnya.
Daman Huri juga meminta, agar persoalan ini menjadi kajian serius dari pihak Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar agar dilakukan evaluasi langsung di lapangan.
“Jangan sampai kita terus mengeluh soal kemacetan, tapi akar masalahnya tidak diselesaikan. Ini soal kualitas jalan dan ketidaksesuaian beban kendaraan dengan daya dukung jalan yang ada,” terangnya.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya pembatasan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, serta belum optimalnya pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran tonase.
(Pandu)







