SUARABOTIM.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kerap dijuluki sebagai sosok dengan win rate100 persen.
Julukan tersebut muncul lantaran rekam jejak politik pria yang akrab disapa Jokowi itu selalu berakhir dengan kemenangan dalam setiap kontestasi pemilihan yang diikutinya.
Sosok yang dikenal sebagai mantan tukang kayu asal Solo itu bahkan disebut sebagai maestro politik Indonesia dengan catatan winning streak atau kemenangan beruntun yang belum terpatahkan.
Perjalanan politik Jokowi dimulai pada Pilkada Kota Solo 2005. Saat itu, ia maju sebagai calon Wali Kota Surakarta berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyatmo. Keduanya berhasil memenangkan kontestasi dan membawa Jokowi menduduki kursi orang nomor satu di Kota Solo.
Kemenangan berlanjut pada Pilkada Solo 2010. Berpasangan kembali dengan Hadi Rudyatmo, Jokowi berhasil mempertahankan jabatannya untuk periode kedua dengan perolehan suara lebih dari 90 persen.
Popularitasnya kemudian membawanya ke panggung politik nasional. Pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil mengalahkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
Dua tahun berselang, tepatnya pada Pilpres 2014, Jokowi kembali mencatatkan kemenangan. Berpasangan dengan Jusuf Kalla, ia berhasil mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019.
Catatan kemenangan tersebut berlanjut pada Pilpres 2019. Jokowi yang menggandeng KH Ma’ruf Amin kembali memenangkan kontestasi setelah mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Bahkan, pengaruh politik Jokowi disebut masih terasa dalam Pilpres 2024. Bersumber dari Kompas.com pada 13 Mei 2024, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto mengakui bahwa salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kemenangannya bersama Gibran Rakabuming Raka adalah Jokowi Effect.
Prabowo-Gibran sendiri berhasil mengalahkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024.
Terbaru, pada Kamis (5/11/2026), nama Jokowi kembali menjadi sorotan di tengah polemik dugaan ijazah palsu. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jokowi memperlihatkan ijazahnya kepada pengunjung sidang.
Rentetan perjalanan tersebut kembali memunculkan julukan win rate 100 persen bagi Jokowi. Meski demikian, istilah tersebut merupakan gambaran atas rekam jejak kemenangan politiknya, bukan statistik resmi.
Dari seorang tukang kayu di Solo hingga dua periode menjabat Presiden RI, perjalanan politik Jokowi menjadi salah satu kisah paling menonjol dalam dinamika politik Indonesia.
(Penulis: Pandu Maulana)






