SUARABOTIM.COM – Maraknya praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan wisata, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun tengah menyiapkan langkah tegas untuk menindak praktik ilegal tersebut di wilayahnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat terkait maraknya pungli.
“Kita sepakat, besok pada hari Rabu (8/4) kita akan membahas membentuk tim untuk tindaklanjut aduan dari masyarakat,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (7/4/2026).
Kemarin, kata Rudy, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor membuat beberapa kebijakan dari informasi media sosial untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Salah satunya, parkir RSUD Cibinong selama satu bulan kami gratiskan. Jadi selama satu bulan kami minta untuk evaluasi secara menyeluruh dan hasilnya akan kita ambil kebijakan,” jelasnya.
Selain di RSUD Cibinong, area Gelora Pakansari juga saat ini dipastikan tidak ada parkir di lingkar Pakansari khususnya Masjid Raya Nurul Wathon.
“Kami kemarin melihat di media sosial ada yang masih dimintai uang dengan besaran tertentu,” tuturnya.
“kita ingin Bogor bisa menerima tamu-tamunya baik dari dalam Bogor maupun dari luar Bogor yang datang ke Kabupaten Bogor. Silahkan datang ke Bogor kami pastikan Pungli kita berantas bersama-sama,” lanjutnya.
Tak hanya itu, area wisata di Kabupaten Bogor juga marak adanya pungli. Ia mengimbau kepada masyarakat, agar aktif melaporkan jika terjadi pungli.
“Kita ingin melakukan beberapa kunjungan-kunjungan atau sidak ke beberapa lokasi obyek wisata. Apabila ditemukan masih ada pungli, segera laporkan kepada kami videonya dikirim, datanya dikirim namanya siapa, nomer teleponnya berapa, kami akan tindak tegas,” tegasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin ulah segelintir oknum merusak upaya masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata daerah.
“Kami tidak ingin kepentingan satu atau dua orang merusak kerja keras masyarakat yang sudah membangun objek wisata dengan gotong royong. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
(Pandu)







