SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto merespons kabar yang menyebut Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.
Meski belum menerima data resmi, Rudy menegaskan bahwa praktik judi online, peredaran narkoba, dan minuman keras merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kabupaten Bogor disebut menempati peringkat pertama dengan jumlah 103.092 pemain judi online pada tahun 2025 dengan jumlah deposit 414,4 miliar. Sementara itu, posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan angka 89.320 pemain dengan deposit 600,6 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Rudy mengaku belum dapat memastikan kebenaran data tersebut karena masih menunggu informasi yang valid.
“Saya pastikan dulu. Saya belum dapat data validnya. Nanti saya coba cari informasinya. Setelah kami dapat informasi yang utuh, kami akan sampaikan,” kata Rudy kepada SuaraBotim.Com, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, Rudy menegaskan, pemberantasan judi online merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Tapi prinsipnya adalah yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu juga mengungkapkan, Pemkab Bogor telah memberikan instruksi, baik secara lisan maupun tertulis, kepada jajaran di wilayah untuk terus melakukan upaya pencegahan terhadap judi online, penyalahgunaan narkotika, hingga peredaran obat keras seperti tramadol.
“Kalau terkait judi online, narkotika, tramadol, instruksi secara lisan maupun tertulis sudah. Bahkan kita pun membentuk satgas tim tersendiri pada saat itu dan sampai sekarang masih bergulir, masih berjalan,” jelasnya.
Selain itu, kata Rudy, Pemkab Bogor juga secara rutin menggelar pemeriksaan tes narkoba di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Bahkan tadi pun kita sudah mendapat jadwal. Salah satunya adalah rutin menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor,” ucap Rudy.
Rudy juga menuturkan, dalam menjalankan program tersebut, Pemkab Bogor juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi penegak hukum dan lembaga terkait.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang sangat luar biasa dari Polres Bogor, Dandim Bogor, Korem Bogor, Kejaksaan Negeri Bogor, BNNK, dan seluruh instansi vertikal yang ada di Kabupaten Bogor. Sinergitas kolaborasinya berjalan sangat baik,” katanya.
Saat kembali ditanya mengenai data Kabupaten Bogor yang disebut berada di peringkat pertama jumlah pemain judi online, Rudy menegaskan, fokus pemerintah bukan pada peringkat, melainkan upaya pemberantasan praktik tersebut.
“Kalau yang peringkat pertama, jangankan peringkat pertama, yang namanya judi online tentu menjadi perhatian khusus kita bersama. Tadi bukan hanya judi online, yang kedua narkoba, ketiga minuman keras,” tandasnya.
(Pandu)






