Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Tinjau Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon PakansariSuaraBotim.Com — Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau langsung pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan fasilitas keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat dan pelayanan haji serta umrah berskala internasional.
Menurut Sastra Winara, pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon memiliki makna strategis yang mendalam. “Pembangunan masjid ini bukan sekadar membangun fisik tempat ibadah, melainkan membangun komunitas dan ekosistem keumatan yang menjadi pusat pelayanan haji dan umrah. Kabupaten Bogor dipilih karena memiliki kuota haji terbesar di Indonesia, bahkan dunia setelah Pakistan dan Bangladesh. Dengan demikian, pelayanan haji di Bogor memiliki dampak global, bukan hanya lokal,” ujarnya.
Pembangunan masjid dan pusat layanan haji & umrah di Kabupaten Bogor ini digagas sebagai proyek strategis daerah yang mengedepankan kolaborasi, pemberdayaan umat, dan optimalisasi fasilitas keagamaan. Dengan luas kawasan yang representatif, proyek ini akan menjadi simbol kemajuan spiritual dan sosial masyarakat Bogor.
Fasilitas yang akan dibangun mencakup asrama penginapan bagi jamaah haji, miniatur Ka’bah untuk simulasi manasik haji, serta ruang serbaguna yang bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial lainnya. Miniatur Ka’bah ini juga diharapkan menjadi daya tarik edukatif bagi calon jamaah dan generasi muda, sehingga mampu menumbuhkan pemahaman dan semangat religius sejak dini.
Kehadiran Masjid Raya Nurul Wathon dan pusat layanan haji ini akan memberikan dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Dari sisi sosial, kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas keagamaan, interaksi antar umat, serta kegiatan sosial masyarakat. Dari segi ekonomi, fasilitas multifungsi seperti asrama haji dapat meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Sementara dari sisi pendidikan, keberadaan miniatur Ka’bah dan fasilitas manasik haji akan menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi calon jamaah, pelajar, dan santri di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Peninjauan ini turut dihadiri oleh para tokoh agama, ulama, ketua ormas Islam, pimpinan BUMD, direktur rumah sakit, dan masyarakat umum. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat luas.
Proyek pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon dan pusat layanan haji & umrah ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2027. Diharapkan, keberadaannya kelak mampu memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu pusat keagamaan dan pelayanan haji terbesar di dunia, sekaligus membawa manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi seluruh umat.







