Cibinong, SuaraBotim.Com – Upaya pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus digencarkan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 27 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bogor sudah memiliki fasilitas pemilahan sampah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan bahwa program pemilahan sampah ini sudah berjalan secara efektif di kantor-kantor SKPD. Mekanisme sederhana diterapkan agar sampah dapat dikelola langsung di lingkungan kerja sebelum diangkut keluar.
“Kalau sampah organik bisa diselesaikan di kantor dengan cara komposting. Untuk sampah plastik bisa masuk ke bank sampah, nanti secara berkala DLH akan menjemput untuk didaur ulang. Sebagian ada juga yang dibawa ke pengepul,” jelas Teuku kepada SuaraBotim.Com, Kamis (25/9/25).
Menurutnya, lanjut dia, beberapa tong pemilahan sampah disediakan oleh DLH, sementara sebagian lainnya diinisiasi langsung oleh masing-masing SKPD.
Hal ini sejalan dengan instruksi Bupati Bogor terkait penerapan mekanisme pemilahan sampah di setiap kantor pemerintah.
“Kita ingin mengurangi volume sampah residu. Jadi yang bisa diselesaikan di kantor, seperti kompos, langsung diproses di sana. Dengan begitu, sampah yang keluar benar-benar sudah terpilah,” jelasnya.
Namun, pihaknya juga menargetkan, seluruh SKPD dapat menerapkan sistem pemilahan sampah ini secara menyeluruh.
Teuku juga menyebut, sampah diKabupaten bogor sangat mendesak sehingga masyarakat harus berperan akkrif dalam pemilahan sampah.
“Sangat urgen, kita harus mulai bergerak dan masif. Gerakan World Clean Up itu bagus untuk menggerakkan bersih-bersih, kita juga punya Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang sudah diberikan edukasi dan sebagainya, mereka ikut berperan aktif untuk pemilahan sampah dan sebagainya,” pungkasnya.
Program ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
(Pandu)







