Jakarta, SuaraBotim.Com — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Aula Prona, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Nusron menekankan bahwa penyegaran organisasi melalui mekanisme rotasi atau tour of duty adalah harga mati. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas lembaga dan profesionalisme para pejabatnya.
“Komitmen kita sejak awal adalah rotasi jabatan dilakukan maksimal dua tahun sekali. Tujuannya agar tidak ada pejabat yang merasa berada di comfort zone, tidak tersentuh, dan untuk mencegah terjadinya moral hazard,” tegas Nusron Wahid di hadapan peserta pelantikan.
Menteri Nusron menganalogikan kebijakan ini dengan instansi pelayanan publik lainnya seperti Polri, Kejaksaan, hingga Bea Cukai. Menurutnya, pemindahan tugas secara berkala adalah sarana pendewasaan kapasitas dan peningkatan jam terbang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Rotasi dan promosi berkala menjamin profesionalisme berbasis sistem. Ini penting agar pejabat terus memberikan pelayanan yang lebih baik seiring dengan kapasitas yang terus berkembang,” tambahnya.
Adapun tiga pejabat yang resmi menduduki posisi baru adalah:
-
Wartomo sebagai Inspektur Bidang Investigasi.
-
Muhammad Rizal sebagai Direktur Pengaturan dan Penetapan Hak Atas Tanah dan Ruang.
-
Budi Kristiyana sebagai Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan.
Upacara pelantikan juga diisi dengan pembacaan Pakta Integritas yang dipimpin oleh Wartomo. Kehadiran Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan beserta jajaran petinggi lainnya memperkuat komitmen kementerian dalam menjalankan reformasi birokrasi yang bersih dan melayani.







