SUARABOTIM.COM – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS daerah pemilihan (Dapil) II, H. Achmad Fathoni, meninjau langsung pembangunan turap dan saluran yang telah rampung dikerjakan melalui APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Peninjauan sekaligus tasyakuran pembangunan infrastruktur tersebut berlangsung di Perumahan Griya Cileungsi 5, RW 18, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Achmad Fathoni mengatakan, pembangunan turap dan saluran tersebut merupakan aspirasi warga yang telah diajukan sejak akhir 2025. Usulan tersebut kemudian direalisasikan pada tahun anggaran 2026 melalui program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor.
“Hari ini ceritanya tasyakuran, rasa bersyukur dan rasa terima kasih dari warga Griya Cileungsi 5 atas program turap dan saluran yang kita ajukan dari akhir 2025. Alhamdulillah 2026 sudah bisa terealisasi,” ujar Achmad Fathoni.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi salah satu program infrastruktur pertama yang berhasil direalisasikan dari aspirasi yang diperjuangkannya. Sementara sejumlah usulan lainnya masih dalam proses.
Terkait ukuran dan panjang turap, Achmad Fathoni mengaku tidak mengingat secara rinci spesifikasi teknisnya. Namun, menurutnya, hasil pembangunan di lapangan justru dapat mencakup area lebih luas dari rencana awal.
Hal itu dimungkinkan karena terdapat sejumlah bagian turap yang kondisinya masih baik sehingga berdasarkan kesepakatan bersama antara pengurus lingkungan dan warga, alokasi pekerjaan dapat dialihkan ke bagian lain yang membutuhkan.
“Pengalihan itu memang diizinkan, asal penerima manfaatnya mengajukan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Fathoni juga mendorong pembentukan KRL di lingkungan Perumahan Griya Cileungsi 5. Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat di tingkat lingkungan penting untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan yang telah direalisasikan.
Ia menjelaskan, selama ini dirinya kerap mendorong lingkungan perumahan untuk terlebih dahulu membentuk KRL dan menunjukkan penataan lingkungan sebelum mendapatkan dukungan program.
Namun, Griya Cileungsi 5 dinilai memiliki kondisi berbeda karena pembangunan infrastruktur telah terealisasi terlebih dahulu, sementara pembentukan KRL masih dalam proses.
“Biasanya saya mendorong lingkungan perumahan begini bikin KRL dulu, tunjukkan penataan lingkungannya, baru kita support program. Nah, ini istimewa, Griya Cileungsi 5. Jadi dapat infrastruktur dulu baru bentuk KRL,” ungkapnya.
Ia berharap KRL nantinya dapat berperan dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun menggunakan dana APBD.
Achmad Fathoni juga mengajak masyarakat untuk membangun sinergi dengan pemerintah dan DPRD. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan, tetapi juga harus diberdayakan untuk ikut bergerak dalam pembangunan lingkungan.
“Pesan saya, mari bersinergi karena memang tidak bisa kita melakukan dan memperjuangkan program sendiri. Saya berharap dari bawah, masyarakat bukan hanya harus dilayani, tapi masyarakat yang diberdayakan,” jelasnya.
Achmad Fathoni mengatakan, kunjungannya ke Griya Cileungsi 5 memiliki tiga agenda utama. Pertama, meninjau pembangunan turap yang telah selesai sekaligus mengikuti kegiatan tasyakuran bersama warga.
Agenda kedua adalah meresmikan pembentukan KRL yang saat ini masih dalam proses dan belum berdiri secara resmi.
“Sudah oke dari desa, saya berharap itu dikembangkan dan dibina,” ujarnya.
Sedangkan agenda ketiga yakni bersilaturahmi dengan kelompok tani (Poktan) yang menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 2026.
Ia menyebut, terdapat tiga Poktan di Kecamatan Cileungsi dari total 16 Poktan yang mendapatkan bantuan tersebut. Ketiga Poktan itu sengaja diajak hadir agar dapat saling memberikan semangat dan berbagi pengalaman.
Terkait aspirasi warga mengenai pengadaan ambulans, Achmad Fathoni menyatakan dukungannya dengan mendorong masyarakat terlebih dahulu menggerakkan program secara bersama-sama.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting agar program-program berikutnya dapat memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah daerah.
“Kalau program semacam pengadaan ambulans, program seperti KRL, bergerak dulu. Biasanya kalau mengajak orang sambil berlari, minimal orang lain akan ikut berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun 1 Desa Mampir, Herman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Achmad Fathoni yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga pembangunan turap dan saluran dapat direalisasikan.
Herman mengatakan, usulan tersebut sebelumnya telah dibahas dan diperjuangkan melalui jalur aspirasi dengan dukungan Pemerintah Desa Mampir dan DPRD Kabupaten Bogor.
“Kurang lebih prosesnya sekitar enam bulan, dari usulan sampai akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Herman.
Ia menambahkan, masyarakat Desa Mampir sebelumnya juga telah menerima sejumlah bantuan melalui kelompok tani, di antaranya berupa mesin dan traktor.
Herman berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa dan DPRD Kabupaten Bogor dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan masyarakat lainnya dapat direalisasikan.
Salah satu aspirasi yang diharapkan dapat diwujudkan ke depan adalah pengadaan ambulans untuk mendukung kebutuhan pelayanan masyarakat di lingkungan Griya Cileungsi 5 dan sekitarnya.
Dengan rampungnya pembangunan turap dan saluran tersebut, warga diharapkan tidak hanya merasakan manfaat infrastruktur, tetapi juga ikut menjaga serta merawat hasil pembangunan agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
(Deni Supriadi)







