SUARABOTIM.COM – Seorang bocah laki-laki berinisial CBK (12), siswa kelas VI sekolah dasar asal Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di aliran Sungai Petir, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB kemarin.
Kapolsek Dramaga, Iptu A.M. Zalukhu mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban bersama tiga temannya sedang berenang di sungai yang berada di wilayah Desa Petir, Kecamatan Dramaga.
“Korban bersama teman-temannya sedang berenang. Saat mereka asyik bermain air, salah satu temannya menyadari bahwa korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi,” kata Iptu Zalukhu saat dikonfirmasi SuaraBotim.Com, Rabu (17/6/2026).
Menyadari korban hilang, lanjut Iptu Zalukhu, teman-teman korban langsung meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian di lokasi sungai hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar sungai.
“Warga kemudian melakukan pencarian dengan menyelam dan menyisir area sungai. Setelah ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Korban selanjutnya mendapat pertolongan pertama dari warga dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Korban sempat diberikan pertolongan pertama dan dibawa ke puskesmas. Namun berdasarkan keterangan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek.
Menurut informasi yang diperoleh, terdapat empat anak yang sedang bermain dan berenang di sungai tersebut, termasuk korban.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat cuaca yang tidak menentu dan ketika bermain di area yang berpotensi membahayakan.
“Saya mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan anak-anak ketika berada di luar rumah. Pastikan mereka diketahui sedang berada di mana dan melakukan aktivitas apa. Jika ingin berenang di sungai atau melakukan aktivitas yang berisiko, sebaiknya didampingi oleh orang dewasa,” tegas Iptu Zalukhu.
Ia menambahkan, anak-anak umumnya belum memahami sepenuhnya risiko dan bahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka saat bermain tanpa pengawasan.
“Anak-anak belum memahami risiko yang ada. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi membahayakan harus mendapatkan pengawasan dan pendampingan dari orang dewasa,” tutupnya.
(Pandu)







