Cibinong, SuaraBotim.Com – Peluncuran Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, disambut penuh haru oleh para orang tua murid yang mendukung penuh pendidikan anak-anak mereka, meski harus berpisah sementara.
Salah satu orang tua murid, Umi Kulsum (40) warga Kebon Pedes mengaku terharu saat harus melepas anaknya untuk tinggal di asrama Sekolah Rakyat.
“Perasaan saya sedih, biasanya selalu bersama, bareng-bareng terus. Tapi sekarang harus jauh,” ujarnya kepada SuaraBotim.com, Senin (14/7/25).
Meski berat hati, Umi tetap berusaha tegar dan mendukung penuh anaknya. Ia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna.
Keputusan Umi menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat didasari keyakinan pada kualitas pendidikan yang diberikan.
“Yang bikin saya yakin, di sini fasilitas belajarnya lengkap dan semuanya gratis. Itu luar biasa,” jelasnya.
Namun, sebagai seorang ibu, Umi mengaku masih belum sepenuhnya rela berpisah.
“Sebenernya gak rela, cuma ini demi kebaikan dia biar belajar mandiri,” tuturnya lirih.
Ia pun berencana menjenguk anaknya setiap akhir pekan karena saat ini anaknya masih belum terbiasa jauh dari keluarga.
“Iya, InsyaAllah tiap minggu saya jenguk. Soalnya dia belum bisa jauh dari orang tua, masih butuh perhatian,” tambah Umi.
Sementara, salahsatu anak Husain mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan pesan dari orangtuanya agar selalu jaga kesehatan dan solat tepat waktu.
“Iya bakal kangen sama orang tua, sekarang baru baik ke kelas 1 SMP,” ujarnya.
“Ada pesen dari orang tua, suruh solat sama jangan nakal,” tutupnya.
Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap dan pendekatan pendidikan inklusif. Program ini menjadi upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus membentuk karakter dan kemandirian sejak dini.
(Pandu)







