Gunung Putri, SuaraBotim.com _ Kepala Desa Bojong Nangka H. Amir Arsyad akui tingkat partisipasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 menurun 25% dari Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.
“Alhamdulillah, Pilkada di Desa Bojong Nangka berjalan dengan lancar, sukses tanpa ekses. Namun ada satu hal yang menjadi catatan kami yaitu kurangnya partisipasi masyarakat,” kata Kepala Desa Bojong Nangka H. Amir Arsyad kepada SuaraBotim.com. Jum’at (29/11/24).
H. Amir mengucapkan, partisipasi pemilih Pilkada menurun sampai seperempat partisipasi dibandingkan saat Pilpres lalu.
“Tingkat partisipasi Pilkada serentak tahun ini menurun dibandingkan Pilpres pada Februari lalu, saat pilpres mencapai angka 85% lebih partisipasi pemilih,” ucapnya.
“Memang target kami itu diatas angka 85%, namun hanya mendapat sekitar 60%. Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong Nangka sudah berusaha bersosialisasi kepada masyarakat agar mencapainya target partisipasi pemilih,” sambungnya.
H Amir menuturkan, salahsatu faktor menurunnya partisipasi diwilayahnya adalah mengerucutnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena digabungkan nya beberapa TPS menjadi satu.
“Pada saat Pilpres di Desa Bojong Nangka ada 66 TPS, sedangkan pada saat Pilkada saat ini hanya ada 33 TPS,” paparnya.
“Bisa jadi kurangnya sosialisasi dari panitia yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor dan melihat dari calonnya hanya dua peserta yang terlihat kurang menarik bagi generasi Z,” tambahnya.
Senada dikatakan oleh H. Amir, bahwa ketika memonitoring TPS ke TPS diwilayahnya, banyak Generasi Z yang tidak menggunakan haknya dalam Pilkada saat ini.
“Kalau ibu-ibu sama bapak-bapak alhamdulillah antusiasnya luar biasa, tetapi Gen Z ini terlihat kurang peduli karena dengan alasan sudah tau pemenangnya atau yang lainnya,” terangnya.
Sementara, Ketua KPU Kabupten Bogor Muhammad Adi Kurnia belum bisa berkomentar banyak karena masih dalam rekapitulasi.
“Terkait partisipasi kami belum bisa berstatement karena masih proses rekapitulasi berjenjang TPS, beberapa kecamatan mulai dari tanggal 28 November hingga 3 Desember 2024,” jelasnya.
“Kemungkinan kita akan melakukan rekapitulasi pada tanggal 1 Desember, kalau tidak ada hambatan, sampai tanggal 6 Desember 2024,” tutupnya.
(pandu maulana)







