SuaraBotim.Com — Sebuah rumah milik warga di Kampung Cigeger RT 03/RW 05, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon besar yang tumbang. Peristiwa tersebut diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil dan mudah longsor.
Dari pantauan di lokasi, kerusakan cukup parah terlihat pada bagian atap dan dinding rumah. Batang pohon berukuran besar menembus bangunan hingga menghancurkan dapur serta ruang belakang rumah.
Pemilik rumah Ncun (Korban) menuturkan, tumbangnya pohon tersebut bukan disebabkan oleh angin kencang maupun cuaca ekstrem, melainkan akibat pergeseran tanah yang membuat akar pohon kehilangan daya cengkeram.
“Kondisi tanah di sini memang gampang longsor. Jadi meskipun tidak ada angin badai, pohon itu roboh karena tanah di bawahnya amblas. Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba terdengar suara brak dan atap rumah saya sudah hancur,” ujar Pak Ncun, Senin (5/1/2026).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Pak Ncun mengaku khawatir akan potensi longsor susulan yang masih mengancam wilayah itu. Ia berharap adanya bantuan dan penanganan segera agar rumahnya dapat kembali dihuni dengan aman.
Sementara itu, Kepala Desa Citeureup, Gugun Gunawan, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian, membenarkan bahwa tanah menjadi penyebab utama tumbangnya pohon tersebut.
“Kami sudah mengecek ke lokasi bersama jajaran. Benar bahwa pohon tumbang ini diakibatkan oleh tanah yang labil dan mudah longsor, bukan semata-mata karena faktor cuaca atau hujan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa tengah melakukan langkah-langkah darurat untuk membantu korban sekaligus mencegah dampak lanjutan.
“Langkah awal kami adalah membantu evakuasi pohon dan puing-puing. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan tanah longsor agar tidak meluas, serta mengupayakan bantuan untuk perbaikan rumah Pak Ncun,” pungkasnya.
(Retza)







