SUARABOTIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menilai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau atau periode kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor masih tergolong rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, kejadian kebakaran lahan yang pernah terjadi di Kabupaten Bogor lebih banyak disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, bukan karena kebakaran hutan secara alami.
“Sebetulnya potensi karhutla di Kabupaten Bogor tidak terlalu besar. Pada tahun 2023 memang sempat terjadi sekitar enam titik kebakaran lahan, namun kejadian tersebut disebabkan oleh kelalaian manusia,” ujar Ade Hasrat, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, sejumlah kebakaran yang terjadi saat itu berasal dari lahan yang digunakan sebagai tempat penumpukan sampah. Proses pembakaran sampah yang dilakukan warga kemudian tidak terkendali hingga memicu kebakaran lahan di sekitarnya.
“Yang terjadi bukan kebakaran hutan, melainkan kebakaran lahan. Awalnya dari tumpukan sampah yang dibakar, kemudian api menyebar dan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD Kabupaten Bogor tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.
Ade menambahkan, kondisi kawasan hutan di Kabupaten Bogor hingga saat ini masih relatif terjaga sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan dinilai lebih kecil dibandingkan wilayah lain yang memiliki hamparan lahan kering yang luas.
“Kalau untuk kawasan hutan, sejauh ini masih tetap terjaga,” pungkasnya.
(Pandu)






