Klapanunggal, SuaraBotim.Com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghijaukan setiap sudut kecamatan mendapat dukungan kuat dari sektor swasta. PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) turun tangan langsung mendukung launching program “Satu Hektar Hutan Kota” yang digelar di TPU Cibugis, Desa Klapanunggal, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Bupati Bogor Nomor 31 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan ruang terbuka hijau di 40 kecamatan.
Manajer Local Stakeholder & Security PPLI, Achmad Farid, menegaskan bahwa kehadiran PPLI dalam aksi ini adalah bagian dari DNA perusahaan yang fokus pada pengelolaan lingkungan. Menurutnya, program hutan kota ini sangat selaras dengan visi misi PPLI sejak berdiri tahun 1994.
“Kami fokus pada pengelolaan lingkungan, jadi program satu hektar hutan kota ini sangat inline dengan misi kami. Kami ingin berkontribusi meningkatkan kualitas udara di Kabupaten Bogor,” ujar Farid di sela-sela penanaman pohon.
Farid menambahkan, kepedulian PPLI terhadap ekosistem Bogor sebenarnya sudah berjalan lama, termasuk kerja sama konservasi ex-situ satwa endemik Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Di tempat yang sama, Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni menyambut positif dukungan korporasi di wilayahnya. Ia memaparkan, progres hutan kota di Klapanunggal menunjukkan tren menggembirakan.
Hingga saat ini, di lahan seluas 1,1 hektar telah tertanam sebanyak 940 pohon dari berbagai jenis, mulai dari pohon kayu hingga buah-buahan. Angka ini telah melampaui target minimal satu hektar yang dipatok pemerintah daerah.
“Ini bukan sekadar penghijauan seremonial. Kami ingin meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan masyarakat. Setelah di sini (TPU Cibugis), kami akan lanjut ke kawasan Situ Rawa Jejer dekat kantor kecamatan,” jelas Galuh.
Ia pun menitipkan pesan agar pohon-pohon yang telah ditanam tidak dibiarkan begitu saja. “Harus dirawat sampai tumbuh besar agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga, baik dari sisi ekologis maupun hasil buahnya nanti,” pungkasnya.
(Retza)







