SUARABOTIM.COM – Kepedulian terhadap kebutuhan stok darah ditunjukkan Forum Komunikasi Ambulance Tlajung Udik (FKAT) Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melalui kegiatan bakti sosial donor darah untuk pertama kalinya.
Kegiatan yang digelar di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Gunung Putri, Minggu (27/9/26), tersebut mendapat antusiasme masyarakat.
Dari 83 orang yang mendaftarkan diri, sebanyak 63 peserta dinyatakan lolos pemeriksaan dan dapat mendonorkan darahnya.
Dalam pelaksanaannya, FKAT menggandeng sejumlah pihak, yakni Fiberhome Wifi, Kenzo Wifi, Karang Taruna Desa Tlajung Udik, Destana Tlajung Udik, Pemerintah Desa Tlajung Udik, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor.
Ketua FKAT Tlajung Udik, Asep Suryana atau yang akrab disapa Bang Rose mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Alhamdulillah masyarakat antusias. Kegiatan donor darah ini kami lakukan karena FKAT merupakan gabungan ambulans di Desa Tlajung Udik yang selama ini khusus melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan,” kata Bang Rose.
Bang Rose menuturkan, ia mengadakan kegiatan tersebut karena dalam menjalankan pelayanan ambulans, pihaknya kerap menemukan pasien yang membutuhkan darah, baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
“Kami banyak bergantung kepada ketersediaan darah untuk membantu masyarakat. Ada yang mengalami kecelakaan lalu lintas, ada juga pasien yang membutuhkan darah untuk keperluan pengobatan. Karena itu kami bekerja sama dengan PMI Cibinong untuk membantu memenuhi suplai darah,” ujarnya.
Bang Rose menjelaskan, kegiatan donor darah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah, terutama ketika kebutuhan meningkat.
“Sebagai relawan yang berkecimpung dalam kegiatan kesehatan, kami merasa terpanggil untuk membuat kegiatan seperti ini. Dari kita untuk kita,” tuturnya.
Ia menyebut, satu kantong darah yang didonorkan masyarakat dapat memberikan manfaat besar bagi pasien yang membutuhkan. Karena itu, dirinya mengapresiasi masyarakat yang bersedia menjadi pendonor.
“Orang yang berdonor darah ini luar biasa. Mereka bersedekah untuk menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.
Ke depan, FKAT berencana menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin. Pihaknya menargetkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan sedikitnya tiga hingga empat kali dalam setahun atau setiap tiga hingga empat bulan sekali.
“Kami akan diskusikan dengan para relawan dan aparatur pemerintah. Kalau memungkinkan, nanti donor darah bisa dilakukan secara bergilir di setiap dusun, misalnya per tiga bulan. Ini yang sedang kami rencanakan,” jelas Asep.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan sesama.
“Mudah-mudahan dengan adanya donor darah ini, setiap individu semakin peduli terhadap sesama, mau bersinergi dan bekerja sama. Sehingga tercipta warga yang sehat dan memahami pentingnya donor darah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tlajung Udik, Abdul Harly mengapresiasi, kegiatan sosial yang digagas FKAT bersama para mitra dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak masyarakat Desa Tlajung Udik.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor. Selain membantu sesama, kegiatan ini juga memperkuat kepedulian dan kebersamaan warga,” kata Abdul Harly.
(Pandu)







