SuaraBotim.Com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi bahwa virus influenza A (H3N2) sub-clade K, atau yang populer disebut sebagai “super flu”, telah terdeteksi di Indonesia. Meski demikian, Kemenkes meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terjadi di Amerika Serikat sejak Oktober 2025. Varian sub-clade K ini pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan telah menyebar di 81 negara.
“Dari sisi klinis, gejala yang ditimbulkan sub-clade K tidak jauh berbeda dengan flu musiman pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ungkap Widyawati di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai tidak ada peningkatan tingkat keparahan pada varian ini dibandingkan clade influenza lain yang selama ini beredar. Di Asia, varian ini sudah ditemukan di Tiongkok, Jepang, hingga Singapura sejak Juli 2025, namun trennya menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025, sub-clade K di Indonesia terdeteksi melalui laporan 88 sentinel yang tersebar di puskesmas dan rumah sakit.
“Tercatat ada 62 kasus di delapan provinsi, dengan temuan terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien berada pada rentang usia 1 hingga 10 tahun,” jelas Widyawati.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Vaksinasi influenza tahunan juga sangat dianjurkan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid.
“Vaksin influenza terbukti efektif mencegah penyakit berat dan risiko kematian. Jika sakit, gunakan masker, terapkan etika batuk, dan segera ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari,” pungkasnya.
(Retza)







