Saturday, December 6, 2025
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem, Kemensos Lakukan Konsolidasi Data Dengan Pemkab Bogor

by Asep Saepudin Sayyev
February 9, 2025
in Suara Bogor
0
Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem, Kemensos Lakukan Konsolidasi Data Dengan Pemkab Bogor

Saifullah Yusuf

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.Com – Guna mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem, Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) lakukan konsolidasi data dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Konsolidasi tersebut bertujuan untuk menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan target nasional pengentasan kemiskinan.

READ ALSO

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

Mensos RI Saifullah Yusuf menekankan, bahwa perencanaan berbasis data yang akurat menjadi kunci utama dalam menekan angka kemiskinan.

“Kita manfaatkan waktu yang ada untuk konsolidasi, terutama dengan data baru ini. Kita samakan langkah baik di Jakarta maupun di daerah, termasuk dengan Pemkab Bogor,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com di Gedung Tegar Beriman, Sabtu (8/2/25).

Saifullah menambahkan, bahwa sesuai arahan Presiden, kemiskinan ekstrem harus bisa dihilangkan dalam dua tahun ke depan. Targetnya, secepatnya pada 2025 dan paling lambat pada 2026. Selain itu, pada 2029, tingkat kemiskinan di Indonesia harus berada di bawah 5 persen.

“Langkah ini harus dimulai dengan perencanaan yang baik dan data yang akurat. Selama ini, data kita masih kurang akurat, pendekatan tidak tepat sasaran, dan integrasi antarinstansi belum optimal,” jelasnya.

Sejak dilantik, para menteri telah melakukan konsolidasi untuk memperkuat pendekatan perlindungan sosial. Mensos juga menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan agar dampaknya lebih signifikan.

“Presiden telah membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik. Sekarang, kita semua harus bekerja dengan pola baru. Ego sektoral harus dihilangkan, dan koordinasi antara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah harus lebih terpadu,” terangnya.

Gus Yusuf juga menyoroti pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam program pengentasan kemiskinan. Ia telah berdiskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat berbasis data pemerintah.

“Kita harus bekerja dengan satu data agar lebih terintegrasi. Jika ini dilakukan, dampaknya akan sangat signifikan,” ungkapnya.

Terkait anggaran, lanjut Gus Yusuf, bahwa setiap tahun pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp500 triliun untuk pemberantasan kemiskinan dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Kementerian Sosial sendiri mengelola anggaran sekitar Rp79 triliun, sebagian besar dalam bentuk transfer bansos. Masyarakat harus tahu ke mana uang ini dialokasikan. Bahkan, Pemkab Bogor menerima lebih dari Rp1 triliun untuk program penurunan kemiskinan. Kita akan ukur efektivitasnya dalam menekan angka kemiskinan,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Bogor Bachril Bakri menjelaskan, bahwa Kabupaten Bogor memiliki tantangan sosial yang besar karena luas wilayah dan jumlah penduduk yang tinggi.

“Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 2024, terdapat sekitar 2,7 juta warga yang membutuhkan bantuan sosial,” katanya.

Sebagai upaya menekan angka Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Pemkab Bogor telah memberikan bantuan langsung untuk 20 jenis PPKS pada 2023 dan 13 jenis PPKS pada 2024. Namun, ada beberapa kendala dalam penanganan PPKS, seperti pendataan yang belum optimal serta keterbatasan SDM dan anggaran.

“Semoga dialog ini menghasilkan solusi konkret bagi berbagai permasalahan sosial di Kabupaten Bogor,” harapnya.

Untuk meningkatkan efektivitas layanan sosial, Pemkab Bogor juga mengoptimalkan Graha Pancakarsa sebagai Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) serta menjalankan berbagai program strategis lainnya.

(pandu)

Tags: Kemiskinan Ekstrem

Related Posts

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
Suara Bogor

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

December 5, 2025
Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
Suara Bogor

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

December 2, 2025
Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak
Suara Bogor

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak

December 2, 2025
Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda
Suara Bogor

Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda

December 2, 2025
SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor
Suara Bogor

SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor

December 2, 2025
Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu
Suara Bogor

Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu

December 2, 2025
Next Post
Tawuran Sambil Live Medsos, Polsek Cileungsi Amankan Lima Pelaku

Tawuran Sambil Live Medsos, Polsek Cileungsi Amankan Lima Pelaku

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
  • Ayu Fitriani Jadi Bintang, Atletik Kabupaten Bogor Kumpulkan Emas di Hari Pertama
  • Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
  • Tersambar Petir! Pekerja Bangunan di Tenjo Bogor Tewas Diduga Gegara Sinyal Ponsel

Newsletter

  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?