SUARABOTIM.COM – Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, meminta kepolisian kembali mendalami dugaan keterkaitan pelaku pembunuhan Bobotoh berinisial ARK (16) dengan kelompok suporter sepak bola.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah informasi yang dinilai perlu diklarifikasi terkait identitas pelaku.
ARK diketahui meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan usai menyaksikan pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).
Tobias mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah cepat Polres Bogor yang berhasil menangkap terduga pelaku berinisial MR (29) dalam waktu kurang dari 1×24 jam.
Ia juga mengapresiasi kepolisian yang telah mengungkap identitas terduga pelaku kepada publik melalui konferensi pers pada Kamis (29/10/2026).
Meski demikian, Tobias menyebut masih terdapat sejumlah pertanyaan di kalangan Bobotoh, terutama terkait pernyataan kepolisian yang menyebut MR bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola.
Keterangan tersebut, kata Tobias, kemungkinan didasarkan pada pengakuan awal terduga pelaku. Namun, ia berharap polisi tidak berhenti pada keterangan tersebut dan melakukan pendalaman terhadap informasi tambahan yang berkembang di masyarakat.
“Namun, bagi sebagian Bobotoh masih ada rasa kejanggalan ketika ada pernyataan yang mengatakan bahwa pelaku bukan bagian dari suporter,” ujar Tobias pada unggahan postingannya di Instagram @tobiasginanjar.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah Bobotoh di Bogor serta pengurus The Jakmania di wilayah tersebut untuk menggali informasi terkait kasus pembunuhan ARK.
Selain itu, lanjut Tobias, saat identitas terduga pelaku diumumkan ke publik, Tobias mengaku terdapat sejumlah orang yang mengenali sosok MR yang diduga terafiliasi salahsatu suporter klub lokal Bogor.
“Ketika pelaku dirilis ke publik, ternyata ada beberapa orang yang mengenali pelaku juga, itu diduga pelaku terindikasi ke salah satu suporter yang klubnya berdomisili di bogor namun sekarang sudah tidak ada lagi di liga 1,” ungkapnya.
Meski begitu, Tobias menegaskan bahwa informasi tersebut belum tentu benar. Karena itu, ia meminta kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah terduga pelaku benar memiliki afiliasi dengan kelompok suporter tertentu atau tidak.
“Informasi itu belum tentu benar, tetapi mudah-mudahan polisi bisa mendalami apakah informasi itu benar atau tidak. Ini penting untuk dijawab agar perdebatan di media sosial maupun publik bisa dihindari dan tidak memicu konflik,” jelasnya.
Menurut Tobias, kejelasan mengenai latar belakang dan kemungkinan afiliasi terduga pelaku penting untuk mencegah munculnya spekulasi, saling tuduh, hingga konflik antarkelompok suporter.
Ia pun berharap informasi tambahan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian sehingga berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat bisa terjawab melalui hasil penyelidikan.
Di sisi lain, Tobias mengimbau seluruh Bobotoh dan masyarakat untuk tetap menahan diri serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang terburu-buru menuduh kelompok tertentu sebelum kepolisian mengungkap fakta secara menyeluruh.
“Kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Semoga bisa terungkap jelas apa motifnya dan dari suporter mana, sehingga tidak ada lagi perdebatan dan saling tuduh di media sosial,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polres Bogor pastikan terduga pelaku pembacokan berinisial MR yang menewaskan seorang remaja berinisial ARK (16) bukan suporter dari klub manapun.
Remaja tersebut tewas usai menonton pertandingan sepakbola Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Pakansari, pada Minggu (25/10/2026).
ARK ditemukan tewas tergeletak di tepi Jalan Raya Jakarta-Bogor dengan kondisi berlumuran darah.
“Yang pasti bukan dibilang suporter seperti yang diisukan dan sebagainya,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Selasa (27/10/2026).
(Penulis: Pandu Maulana)






