SuaraBotim.Com – Mengawali tahun 2026, warga RT 07 dengan komunitas sepak bola Kosong 7 SC bersama warga Widelia RT 09 Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti menggelar pertandingan persahabatan (Friendly match) mini soccer di D’One Sport Center. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kekeluargaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pertandingan persahabatan tersebut diinisiasi oleh Rian yang akrab disapa Bams. Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi upaya awal untuk menjalin kebersamaan dengan RT lain di lingkungan Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti, namun dengan konsep yang berbeda dari biasanya.
“Di awal tahun 2026 ini kami mencoba bersilaturahmi dengan RT-RT lain. Menariknya, kali ini silaturahmi kami kemas melalui kegiatan olahraga,” ujar Rian Bams kepada SuaraBotim.Com, Senin (05/01/2026).
Menurutnya, olahraga dipilih karena mampu menjadi media pemersatu yang menyenangkan dan mudah diterima oleh semua kalangan.
“Mengawali tahun 2026 kita bersilaturahmi sekaligus berolahraga, sebelum masing-masing kembali disibukkan dengan aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Dari pantauan Aktualita.co.id di lokasi menunjukkan pertandingan berlangsung dengan penuh keakraban dan canda tawa. Pemain dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti laga persahabatan tersebut.
Momen-momen lucu pun kerap terjadi, seperti pemain yang masih kuat berlari namun kesulitan saat menendang bola, sehingga menambah keseruan pertandingan.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang laga, menjadikan pertandingan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Di sisi lain, Bams berharap kegiatan olahraga sekaligus silaturahmi ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja. Ia ingin kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan melibatkan seluruh RT serta gang yang ada di Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sampai di sini. Keinginan kami bersama adalah menjadikan semua gang dan RT bisa bersatu melalui silaturahmi seperti ini, tentu dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.
(Retza)







