SUARABOTIM.COM – Pagelaran wayang golek yang dibawakan Ki Dalang Ogi Sabda Permana sukses menghibur ratusan warga dalam rangkaian kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan Karang Taruna Unit 19, Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (19/7/26).
Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian sosial tersebut tidak hanya diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, tetapi juga menghadirkan hiburan budaya khas Sunda melalui pagelaran wayang golek.
Penampilan Ki Dalang Ogi Sabda Permana menjadi daya tarik utama yang disambut antusias masyarakat dari berbagai kalangan.
Sejak pertunjukan dimulai, warga tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan aksi sang dalang yang membawakan cerita dengan balutan humor, pesan moral, dan nilai-nilai budaya Sunda. Gelak tawa serta tepuk tangan penonton beberapa kali mengiringi jalannya pertunjukan.
Kehadiran pagelaran wayang golek tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya melestarikan seni budaya tradisional di tengah pesatnya perkembangan hiburan modern.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan santunan yatim yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang golek ini juga menjadi wujud kepedulian sosial Karang Taruna Unit 19 terhadap anak-anak yatim di Desa Tlajung Udik.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Acara berlangsung meriah dan penuh keakraban, dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, relawan, serta warga sekitar yang bersama-sama menikmati pertunjukan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Kombinasi antara kegiatan sosial dan pelestarian budaya tersebut menjadikan acara ini sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya Sunda tetap hidup di tengah masyarakat.
Salah seorang warga , Novi (42), mengaku senang dengan digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan antara santunan anak yatim dan pagelaran wayang golek menjadi kegiatan yang positif karena tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga melestarikan budaya daerah.
”Alhamdulillah acaranya sangat meriah. Anak-anak yatim bisa mendapatkan santunan, sementara masyarakat juga terhibur dengan wayang golek. Kegiatan seperti ini harus sering diadakan karena bisa mempererat silaturahmi warga sekaligus menjaga budaya Sunda agar tidak hilang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Siti (39). Ia menilai kehadiran wayang golek menjadi hiburan yang kini sudah jarang ditemui, sehingga mampu menarik minat masyarakat dari berbagai usia.
”Sekarang sudah jarang ada pertunjukan wayang golek. Senang sekali masih ada yang melestarikan budaya seperti ini. Semoga tahun depan acaranya bisa lebih besar lagi,” tuturnya.
(Pandu)







