Cileungsi, SuaraBotim.Com – Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bogor, Andika Aditisna mengungkapkan, rencana strategis Karang Taruna dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda melalui program pelatihan dan hibah pembinaan.
Menurut Andika, program ini akan difokuskan pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan pemuda di seluruh kecamatan, termasuk di wilayah Cileungsi yang dikenal sebagai kawasan padat industri.
“Sesuai dengan program Karang Taruna Kabupaten Bogor, ke depan akan ada penyaluran hibah pembinaan yang difokuskan untuk pelatihan peningkatan SDM,” ujar Andika Aditisna kepada SuaraBotim.Com, Minggu (1/6/25).
Andika menuturkan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan pemuda yang mampu menjadi pelaku usaha, pelaku UMKM, serta meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja, terutama di wilayah industri seperti Cileungsi dan sekitarnya.
“Harapannya, potensi pemberdayaan pemuda bisa lebih digali. Mereka bisa diarahkan menjadi pelaku UMKM atau tenaga kerja yang siap bersaing dan diterima di berbagai perusahaan atau pabrik yang ada di sekitar wilayahnya,” terangnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menyampaikan, bahwa untuk menjangkau wilayah Kabupaten Bogor yang luas, pihaknya telah memperkuat peran Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling.
“Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, maka kita perbanyak MTU. Kita yang datang langsung ke lokasi, seperti proposal pelatihan di Cibunian kemarin, kita langsung melatih di sana selama 30 hari,” jelas Nana.
Nana juga menekankan, pentingnya pembangunan Pasar Tenaga Kerja di wilayah Bogor Timur mengingat kawasan ini memiliki banyak perusahaan industri, seperti di Cileungsi dan Gunung Putri.
Ia mengusulkan, agar ke depan ada kerja sama antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan perusahaan-perusahaan lokal agar pelatihan lebih tepat sasaran.
“Bogor Timur harus memiliki pasar tenaga kerja karena potensinya sangat besar. Jika BLK bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan setempat, maka hasil pelatihannya bisa langsung terserap,” katanya.
Berbeda dengan wilayah Bogor Barat yang menurutnya pertumbuhan sektor manufakturnya masih terbatas, Bogor Timur memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan.
(Pandu)







